Ide ritual kecil yang bisa bangun bonding antara orang tua dan anak. (Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Kedekatan emosional antara anggota keluarga tidak hanya dibangun dari momen besar saat Lebaran, tetapi juga bisa tercipta dari ritual kecil yang dilakukan secara konsisten dan penuh makna setiap hari.
Membangun kedekatan emosional tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Jika dilakukan secara konsisten, manfaatnya akan berdampak positif, salah satunya dalam memperkuat bonding antaranggota keluarga.
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III pada Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rr. Endah Sri Rejeki, mengatakan keluarga harus berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pola asuh anak di Indonesia. Hal tersebut juga sejalan dengan program kementerian.
“Kami berharap dari kegiatan sederhana itu bisa dilakukan oleh berbagai pihak, baik swasta maupun keluarga, untuk meningkatkan kualitas hubungan bersama anak-anak, yang bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari,” kata Endah dalam acara Lemonilo Silaturahmi di TMII, Jakarta, baru-baru ini.
Baca juga: 5 Kegiatan Ini Bikin Bonding sama Ayang Jadi Lebih Fun, Nomor 4 Dijamin Seru!
Endah menambahkan, dalam program pemerintah, salah satu cara efektif untuk membangun bonding adalah melalui gerakan satu jam berkualitas bersama keluarga tanpa gawai. Orang tua diminta hadir secara utuh bersama anak, bermain, dan bertukar cerita guna meningkatkan kualitas hubungan keluarga yang lebih bermakna.
Kegiatan yang bisa bangun bonding antara orang tua dan anak. (Dewi Kania/Z Creators)
Endah berharap kegiatan ini dapat terus mempererat hubungan antaranggota keluarga, tidak hanya pada momen hari raya, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Belajar Tingkatkan Emotional Bonding dengan Anabul Kucing, Salah Satunya Lewat Nutrisi
Dalam kesempatan yang sama, Vice President Marketing & Innovation Lemonilo, Andita Rasyid, juga mengajak masyarakat untuk memperkuat bonding antaranggota keluarga. Meski Ramadan dan Lebaran telah usai, ritual kecil ini perlu terus dilakukan setiap hari.
“Ramadan telah usai, namun kebersamaan keluarga tidak seharusnya berhenti. Kami ingin mengajak keluarga Indonesia untuk terus membuka ruang interaksi yang lebih bermakna, membangun kebiasaan sehat bersama, dan mempererat hubungan antaranggota keluarga dalam keseharian,” ungkap Andita.
Sepanjang acara berlangsung, orang tua juga mendapatkan inspirasi kegiatan seru yang dapat membangun bonding, mulai dari berkreasi membuat mi goreng dan menyantapnya bersama, bercakap-cakap menggunakan kartu pertanyaan keluarga yang mendorong percakapan hangat dan reflektif, hingga kegiatan seperti face painting, sesi dongeng, serta pertunjukan sulap yang menghibur anak-anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan