Ilustrasi telur Paskah (freepik).
INDOZONE.ID - Perayaan Paskah identik dengan telur warna-warni yang lucu dan seru untuk diburu.
Tapi, siapa sangka kalau tradisi Easter eggs ternyata punya makna mendalam yang berakar dari sejarah Kekristenan sejak zaman dulu?
Bukan cuma dekorasi atau hiburan anak-anak, setiap detail dari telur Paskah — mulai dari warna, cara menghias, sampai tradisi berburu — punya cerita spiritual yang menarik untuk diulik.
Baca juga: Syarat Penerima Bantuan Pangan Non Tunai 2026, Cek NIK KTP Kamu di Sini!
Sejak masa gereja awal, umat Kristen sudah menggunakan telur sebagai simbol penting.
Cangkang keras telur melambangkan kubur Yesus yang tertutup rapat, sementara saat telur dipecahkan, itu menggambarkan kebangkitan-Nya dari kematian.
Tradisi ini bukan sekadar simbolis, tapi juga bagian dari praktik keagamaan. Dalam beberapa gereja Ortodoks, telur bahkan diberkati dan dibagikan kepada jemaat saat perayaan menjelang Paskah.
Selain itu, ada alasan praktis juga. Selama masa Pra-Paskah (Lent), umat biasanya berpuasa dan tidak mengonsumsi telur.
Jadi, saat Paskah tiba, telur menjadi makanan pertama yang disantap sekaligus simbol berakhirnya masa puasa.
Baca juga: 5 Fakta Unik Astronaut NASA yang Jarang Diketahui
Awalnya, telur Paskah hanya diwarnai merah. Warna ini melambangkan darah Yesus yang tertumpah saat penyaliban.
Tradisi ini berasal dari wilayah Mesopotamia dan kemudian menyebar ke berbagai gereja di Eropa.
Seiring waktu, warna lain mulai digunakan dengan makna masing-masing:
Baca juga: 6 Cara Bikin Workspace di Rumah Lebih Nyaman, Biar WFH Fokus Tanpa Gangguan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Chaseoaks.org