INDOZONE.ID - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana kantong kresek, botol minum, hingga komponen smartphone Anda dibuat?
Plastik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern.
Namun, perjalanannya dari bahan mentah hingga jadi produk siap pakai ternyata sangat panjang dan melibatkan proses kimia yang rumit.
Dirangkum dari laman British Plastics Federation (BPF), plastik tidak muncul begitu saja. Ia berasal dari kekayaan alam yang diolah sedemikian rupa. Yuk, intip proses pembuatannya!
Baca juga: Kenapa Kucing Tidak Suka Makanan Kering? Ini Penyebab dan Solusinya
Mayoritas plastik berasal dari bahan alam seperti gas alam, minyak bumi, hingga batu bara. Bahan-bahan ini mengandung senyawa hidrokarbon yang menjadi "fondasi" utama plastik.
Namun, di era modern, para ahli juga mulai mengembangkan plastik dari bahan terbarukan seperti jagung atau tebu.
Minyak mentah yang baru diambil dari dalam bumi tidak bisa langsung dipakai. Minyak tersebut harus melalui proses distilasi di kilang minyak.
Di sini, minyak dipanaskan hingga terpisah menjadi kelompok-kelompok yang disebut fraksi. Nah, salah satu fraksi yang paling penting untuk plastik adalah Naphtha.
Baca juga: So Sweet, Kakek Ini Abadikan Gaya Istrinya di Bawah Air Terjung dengan Cara Tak Biasa
Fraksi Naphtha tadi masih terlalu kompleks. Melalui proses bernama cracking, molekul besar dalam Naphtha dipecah menggunakan panas tinggi dan tekanan.
Hasilnya adalah molekul-molekul kecil yang disebut monomer, seperti etilena, propilena, dan butilena.
Ini adalah tahap inti. Monomer-monomer kecil tadi harus disatukan agar menjadi kuat. Proses ini disebut polimerisasi. Bayangkan monomer seperti butiran manik-manik yang dirangkai menjadi kalung yang sangat panjang.
Kalung panjang inilah yang kita sebut sebagai polimer atau resin plastik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: British Plastics Federation