Ilustrasi salat Idul Adha (photo/pexels/Rayn L)
INDOZONE.ID - Idul Adha bukan sekadar identik dengan daging kurban dan libur panjang. Di balik perayaannya, tersimpan makna mendalam yang sering kali luput dari perhatian.
Sebagai hari raya besar kedua setelah Idul Fitri, Idul Adha diperingati setiap 10 Dzulhijjah atau sekitar 70 hari setelah Lebaran. Momen ini identik dengan salat Id berjamaah hingga penyembelihan hewan kurban yang dilakukan umat Islam di berbagai penjuru dunia.
Lantas, apa sebenarnya makna sesungguhnya dari Idul Adha?
Idul Adha juga menjadi penanda puncaknya ibadah haji di Mekkah. Jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul untuk menjalankan rukun Islam kelima ini.
Sementara bagi yang belum mampu berhaji, kurban menjadi cara lain untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Lewat ibadah ini, umat Islam diajak untuk belajar memberi, bukan hanya menerima.
Baca juga: Makna Idul Adha: Berbagi untuk Sesama, Pengorbanan, dan Mendekatkan Diri kepada Allah
Semua berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS sebuah cerita tentang ketaatan yang luar biasa.
Nabi Ibrahim mendapat mimpi berulang kali untuk mengorbankan anaknya sendiri. Alih-alih menolak, Nabi Ismail justru mendukung keputusan tersebut sebagai bentuk kepatuhan kepada perintah Allah.
Namun, saat momen itu tiba, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Dari sinilah tradisi kurban bermula dan terus dijalankan hingga sekarang.
Cerita ini bukan sekadar sejarah, tetapi pengingat bahwa keikhlasan dan kesabaran memiliki nilai besar di sisi Tuhan.
Idul Adha mengajarkan banyak hal:
Menariknya, sebagian besar daging kurban justru diperuntukkan bagi orang lain. Ini menjadi simbol kuat bahwa berbagi adalah inti dari perayaan ini.
Bahkan, dalam ajaran Islam, hewan kurban dipercaya akan menjadi saksi dan penolong bagi orang yang berkurban di hari akhir nanti.
Selain kurban, Idul Adha juga erat kaitannya dengan ibadah haji. Sejarahnya dimulai saat Nabi Ibrahim diperintahkan membangun Ka’bah di Mekkah, yang kini menjadi kiblat umat Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cimbniaga.co.id