Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 APRIL 2026 • 17:00 WIB

Jangan Asal Bagi! Ini Cara Pembagian Daging Kurban yang Benar Menurut Islam

Jangan Asal Bagi! Ini Cara Pembagian Daging Kurban yang Benar Menurut IslamPenyerahan daging kurban di Bali (Z Creators/Siti Munaroh)

INDOZONE.ID - Ibadah kurban saat Idul Adha bukan cuma soal menyembelih hewan, tetapi juga tentang bagaimana dagingnya dibagikan. Nah, di sinilah banyak orang masih sering keliru. Padahal, kalau pembagian daging kurban dilakukan sembarangan, bisa berdampak pada sah atau tidaknya ibadah itu sendiri.

Biar tidak salah langkah, penting banget memahami aturan dan tujuan pembagian daging kurban sesuai ajaran Islam. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Kenapa Pembagian Daging Kurban Itu Penting?

Dalam Islam, kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Tujuan utamanya adalah agar daging bisa dinikmati banyak orang, terutama mereka yang membutuhkan.

Dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Hajj ayat 28 dan 36, disebutkan bahwa daging kurban sebaiknya dibagikan kepada fakir miskin, sekaligus boleh dinikmati oleh yang berkurban.

Maknanya? Kurban jadi momen berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan antarsesama. Jadi bukan cuma ibadah personal, tetapi juga punya dampak sosial yang besar.

Baca juga: Hukum Memberi Upah Tukang Jagal dan Panitia dengan Daging Hewan Kurban, Ini Kata UAS

Aturan Dasar yang Wajib Diketahui

Ada beberapa ketentuan penting yang tidak boleh dilanggar saat membagikan daging kurban:

  • Dilarang diperjualbelikan, termasuk kulit atau bagian lainnya
  • Harus dibagikan dalam kondisi mentah, bukan masakan
  • Diberikan secara gratis, tanpa imbalan apa pun

Bahkan, ada hadits yang menegaskan bahwa menjual bagian dari hewan kurban bisa menghilangkan pahala kurban itu sendiri.

Untuk pembagian, umumnya dibagi menjadi tiga:

  • Untuk yang berkurban dan keluarganya
  • Untuk kerabat dan tetangga
  • Untuk fakir miskin

Meski begitu, jika ingin memberikan sebagian besar atau bahkan seluruhnya kepada fakir miskin, hal itu juga diperbolehkan.

Siapa Saja yang Berhak Menerima?

Jangan Asal Bagi! Ini Cara Pembagian Daging Kurban yang Benar Menurut IslamAnggota DPRD Provinsi Jatim Eko Yunianto Serahkan Sendiri Sapi Kurban ke Takmir Masjid dan ikut memotongnya. (Z Creators/Arka Hatta)

Supaya tidak salah sasaran, ini tiga kelompok utama penerima daging kurban:

  • Fakir miskin (prioritas utama): mereka yang paling membutuhkan wajib diutamakan
  • Kerabat dan tetangga: walaupun tidak kekurangan, tetap dianjurkan diberi sebagai bentuk silaturahmi
  • Orang yang berkurban: boleh menikmati sebagian daging sebagai bentuk rasa syukur

Yang perlu diingat, panitia atau tukang jagal tidak boleh diberi upah dari daging kurban. Kalau mau memberi, harus dalam bentuk lain di luar bagian kurban.

Kesalahan yang Masih Sering Terjadi

Di lapangan, masih banyak praktik yang kurang tepat, seperti:

  • Menjual kulit atau bagian hewan kurban
  • Memberikan daging kepada orang yang mampu, sementara yang membutuhkan justru terlewat
  • Membagi tidak merata karena lebih mengutamakan keluarga sendiri
  • Menjadikan daging sebagai “bayaran” untuk jagal

Hal-hal ini bisa mengurangi nilai ibadah, bahkan berisiko membuat kurban tidak sah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Baznas.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jangan Asal Bagi! Ini Cara Pembagian Daging Kurban yang Benar Menurut Islam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!