Garis Khatulistiwa: Pengertian, Fungsi, dan Negara yang Dilalui (Earth How)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu mendengar istilah garis khatulistiwa? Garis ini merupakan salah satu garis penting dalam ilmu geografi yang membagi bumi menjadi dua bagian, yaitu belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
Walaupun hanya berupa garis khayal, garis khatulistiwa memiliki pengaruh besar terhadap iklim dan cuaca di bumi. Wilayah yang berada di sekitar garis ini biasanya memiliki suhu yang hangat dan curah hujan yang cukup tinggi.
Lalu, apa sebenarnya garis khatulistiwa dan negara apa saja yang dilaluinya? Yuk, simak penjelasan tentang pengertian, fungsi, dan negara yang dilalui garis khatulistiwa berikut ini.
Garis khatulistiwa adalah garis imajiner atau garis khayal yang membentang mengelilingi bumi tepat di tengah-tengah bumi pada posisi 0° lintang. Garis ini menjadi pembatas antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan.
Istilah khatulistiwa berasal dari bahasa Arab, yaitu khatul istiwa yang berarti garis tengah. Nama ini digunakan karena garis tersebut berada di bagian tengah bumi dan membagi bumi menjadi dua belahan yang sama besar.
Dalam bahasa Inggris, garis khatulistiwa disebut equator. Walaupun tidak terlihat secara nyata, garis ini sangat penting dalam ilmu geografi dan astronomi karena digunakan sebagai dasar pengukuran letak suatu wilayah di permukaan bumi.
Garis khatulistiwa memiliki panjang sekitar 40.075 kilometer dan melewati beberapa benua serta samudra. Wilayah yang berada di dekat garis khatulistiwa biasanya menerima sinar matahari lebih banyak dibandingkan wilayah lain di bumi.
Baca juga: Bencana Hidrometeorologi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Penanggulangan
Garis khatulistiwa bukan sekadar garis di atas peta, melainkan memiliki fungsi dan dampak besar terhadap kondisi alam, di antaranya:
Wilayah yang dilintasi garis ini memiliki iklim tropis. Hal ini disebabkan oleh posisi matahari yang berada tepat di atas kepala pada tengah hari di wilayah ekuator, sehingga suhu udara cenderung tinggi dan stabil sepanjang tahun.
Garis khatulistiwa berada pada posisi 0° lintang dan digunakan sebagai acuan dalam menentukan letak astronomis suatu daerah. Dari garis ini dihitung lintang utara dan lintang selatan.
Wilayah di sekitar garis khatulistiwa memiliki iklim tropis karena mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Suhu udara cenderung hangat dan curah hujan cukup tinggi.
Karena mendapatkan sinar matahari dan curah hujan yang tinggi, wilayah di sekitar khatulistiwa memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, termasuk hutan hujan tropis yang luas.
Kondisi iklim di wilayah khatulistiwa memengaruhi aktivitas manusia, seperti jenis pakaian, bentuk rumah, hingga mata pencaharian. Banyak masyarakat di wilayah tropis bekerja di bidang pertanian dan perkebunan karena tanahnya subur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Study.com