DR. dr. Widi Atmoko,Sp.U (K), FECSM, FACS. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Batu ginjal salah satu penyakit yang banyak diidap oleh masyarakat sejak dulu. Seiring waktu, penanganan batu ginjal di Indonesia mudah teratasi.
DR. dr. Widi Atmoko,Sp.U (K), FECSM, FACS dari Eka Hospital menjelaskan, batu ginjal adalah pengendapan mineral atau garam dalam urin yang mengkristal dan membentuk batu di ginjal. Orang Indonesia sangat rentan mengalami karena berada di lingkungan tropis.
“Batu ginjal itu asalnya dari zat-zat yang sebenarnya tersisa, kita makan, kita minum. Itu seandainya nanti ada ion-ion yang bisa membentuk menjadi kristal. Sehingga nanti dia akan mengandap di dalam ginjal,” terang dr Widi dalam acara Summit Robotic & Endourology Institute.
Baca juga: Tips Mengatur Pola Tidur Selama Puasa, Bikin Tubuh Tetap Produktif
Prevalensi batu ginjal di Indonesia lebih besar angkanya daripada negara lain seperti Eropa. Di Indonesia prevalensinya bisa 10-15 persen, jika dibandingkan Eropa hanya 5-9 persen.
“Indonesia mungkin negaranya termasuk geografisnya lebih tinggi, sehingga memang kecenderungan orang itu gampang dehidrasi, kurang minum dan kristalnya makin gampang terbentuk,” imbuhnya.
Seseorang akan mengalami dehidrasi jika setiap hari minum kurang dari 1 liter. Apalagi kalau kerjanya di lingkungan panas atau di lapangan yang memicu seseorang cepat dehidrasi.
Faktor risiko baru ginjal juga tergantung pada riwayat genetik. Jika ada keluarga yang pernah mengalami batu ginjal, faktor risikonya naik 2-5 kali lipat.
“Atau misalnya pernah ada riwayat pas anak-anak pernah punya batu ginjal, maka saat dewasa nanti 15 persen juga berisiko,” paparnya.
Baca juga: 6 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Merusak Kesehatan Mulut
Kemudian pada laki-laki juga lebih rentan mengalami batu ginjal. Terlebih pada mereka yang juga memiliki riwayat hipertensi, diabetes, obesitas, hingga asam urat juga bisa menjadi faktor risiko batu ginjal.
Gejala Batu Ginjal
Diungkapkan dr Widi, di awal terdeteksi batu ginjal umumnya tidak bergejala. Namun lama-lama akan muncul gejala lanjutan saat kondisinya cukup parah.
“Gejalanya paling sering adalah nyeri pinggang yang hebat. Kadang kencingnya itu bisa ada pasirnya atau bisa keluar kerikil. Sayangnya orang mengira kalau kamar mandinya kotor, padahal bukan,” ucap dr Widi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release