Konfersi Suster Natalia Situmorang menuntut keadilan (instagram/rosianta.ginting)
INDOZONE.ID - Sebuah momen haru terjadi saat Suster Natalia Situmorang, Bendahara Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, akhirnya menyuarakan keresahannya.
Dengan beban yang tak ringan, ia mengungkap dugaan hilangnya dana umat dalam jumlah besar di salah satu bank milik negara.
Melalui unggahan akun Instagram @rosiantanta.giting pada Minggu (12/04/2026), suasana konferensi pers tampak begitu tegang.
Ruangan yang seharusnya menjadi tempat klarifikasi justru dipenuhi emosi yang sulit ditahan.
Lalu, seperti apa sebenarnya suasana di balik konferensi pers tersebut? Berikut penjelasannya.
Dalam video yang beredar, Suster Natalia Situmorang tidak berdiri sendirian.
Ia didampingi para saksi yang sejak awal mengikuti proses hingga konferensi pers berlangsung.
Namun, di tengah keramaian itu, beban yang ia rasakan terlihat begitu personal.
Baca juga: Kisah Hangat Ayah Setia Tunggu Anak Perempuan Pulang PKL hingga Malam demi Makan Bersama
Dengan mata berkaca-kaca dan suara yang sempat meninggi, ia akhirnya menyampaikan inti dari persoalan yang selama ini dipikulnya, yaitu dana umat Katolik sebesar Rp28 miliar yang diduga digelapkan dan hingga kini belum juga kembali.
“Tolong BNI kembalikan uang kami!," kata suster Natalia Situmorang dilansir dari instagram @rosiantanta.giting
Kalimat itu tidak sekadar terdengar sebagai tuntutan, tapi juga sebagai luapan emosi yang selama ini tertahan.
Ada kelelahan, ada tekanan, dan ada harapan yang disampaikan dalam satu napas.
Dalam konferensi pers tersebut, pihak korban juga menegaskan bahwa tanggung jawab tidak bisa berhenti pada individu semata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@rosiantanta.giting