Ilustrasi Krisis Air dan Nasib Satwa Liar yang Jadi Sorotan Dunia. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momen untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan planet ini.
Pada tahun 2026, perhatian global tertuju pada dua isu besar yang semakin mendesak, yaitu krisis air bersih dan ancaman terhadap satwa liar.
Peringatan Hari Bumi tahun ini juga dibarengi dengan berbagai inisiatif internasional yang mendorong perlindungan alam, pengelolaan sumber daya, dan konservasi keanekaragaman hayati.
Baca juga: Nggak Cuma Bentakan! Ini Tanda-Tanda Kekerasan Verbal yang Sering Dianggap Bercanda
Salah satu sorotan terbesar datang dari peluncuran program global bernama Water Forward oleh Bank Dunia dan sejumlah lembaga pembiayaan pembangunan dunia.
Program ini menargetkan peningkatan akses air bersih yang aman bagi 1 miliar orang dalam empat tahun ke depan. Fokus awal akan dilakukan di 14 negara yang mengalami kekurangan air di wilayah Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan.
Beberapa langkah yang diprioritaskan antara lain:
Tujuannya bukan hanya memperluas akses air, tapi juga mendorong pemerintah melihat air sebagai aset strategis, bukan sekadar layanan publik biasa.
Baca juga: Bantu Tunanetra Lewat Aplikasi Be My Eyes, Ternyata Penglihatan Kita Bisa Berguna
Bank Dunia memperkirakan kebutuhan air tawar global bisa melampaui pasokan hingga 40 persen pada akhir dekade ini.
Di sisi lain, perubahan iklim membuat situasi semakin rumit. Kekeringan dan banjir yang semakin sering terjadi memberi tekanan besar pada kota-kota berkembang dan masyarakat rentan.
Saat ini, diperkirakan lebih dari 2,1 miliar orang masih kesulitan mendapatkan air minum aman, sementara 3,4 miliar orang hidup tanpa sanitasi layak.
Hari Bumi Juga Ingatkan Nasib Satwa Liar
Selain isu air, Hari Bumi juga jadi pengingat bahwa banyak satwa liar menghadapi ancaman serius akibat aktivitas manusia dan perubahan lingkungan. Beberapa kabar yang jadi perhatian dunia antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters