Ilustrasi kekerasan verbal. (freepik)
INDOZONE.ID - Kekerasan nggak selalu meninggalkan luka fisik. Dalam banyak kasus, justru luka paling dalam datang dari kata-kata.
Fenomena ini dikenal sebagai verbal abuse atau kekerasan verbal — dan ironisnya, masih sering dianggap sepele.
Mulai dari sindiran halus, candaan yang “nyakitin”, sampai kritik tanpa henti, semuanya bisa jadi bentuk kekerasan yang berdampak besar ke kesehatan mental.
Lalu, sebenarnya seperti apa verbal abuse itu? Kenapa banyak orang gak sadar mengalaminya?
Baca juga: Ornitokori adalah: Proses Penyebaran Biji oleh Burung dalam Tumbuhan
Verbal abuse adalah bentuk kekerasan emosional yang dilakukan lewat kata-kata untuk merendahkan, mengontrol, atau memanipulasi seseorang. Tujuan utamanya biasanya untuk mempertahankan kekuasaan dalam hubungan.
Bentuknya bisa sangat jelas seperti teriakan dan makian. Tapi yang lebih berbahaya justru yang halus — karena sering disamarkan sebagai bercanda, perhatian, atau bahkan “niat baik”.
Banyak korban baru sadar setelah dampaknya terasa berat. Berikut beberapa tanda yang patut diwaspadai:
Baca juga: Nggak Percaya Diri Padahal Nggak Kurang Apa-Apa? Ini Penyebab Kamu Merasa Insecure
Baca juga: Bukan Sial! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Kamu Selalu Dapat Pasangan yang Toxic
Verbal abuse punya banyak wajah. Ini beberapa bentuk yang paling umum:
Korban dibuat merasa bahwa semua masalah adalah kesalahannya, bahkan untuk hal yang tidak masuk akal.
Ucapan yang terdengar seperti bercanda, tapi sebenarnya merendahkan dan menyerang sisi sensitif seseorang.
Baca juga: Ukuran Kertas F4 dalam Cm, Mm, Inci, dan Pixel Lengkap Beserta Cara Setting di Word
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywellmind.com