Ilustrasi korban kekerasan mental. (freepik)
INDOZONE.ID - Kekerasan mental tidak selalu terlihat jelas. Kadang muncul secara halus, bahkan dibungkus dengan “alasan sayang”. Ini beberapa bentuk yang perlu kamu waspadai.
Baca juga: Syarat Kambing Kurban Lengkap: Cek Usia, Kondisi Fisik, dan Aturan Fikihnya
Baca juga: Ornitokori adalah: Proses Penyebaran Biji oleh Burung dalam Tumbuhan
Yang bikin berbahaya, semua ini bisa terjadi perlahan — hingga korban merasa itu “normal”.
Dalam hubungan romantis, kekerasan mental sering muncul dengan kedok perhatian. Di awal, pasangan mungkin terlihat sangat peduli, romantis, bahkan “too good to be true”.
Namun lama-kelamaan, berubah jadi mengontrol. Contohnya:
Baca juga: Bukan Sial! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Kamu Selalu Dapat Pasangan yang Toxic
Baca juga: 10 Manfaat Tolong Menolong bagi Kesehatan Mental yang Jarang Disadari
Tanpa disadari, hubungan yang awalnya terasa “intens” berubah jadi penuh tekanan.
Baca juga: Ukuran Kertas F4 dalam Cm, Mm, Inci, dan Pixel Lengkap Beserta Cara Setting di Word
Bukan cuma pasangan, anak-anak juga bisa jadi korban. Sayangnya, ini sering tidak disadari karena dianggap bagian dari “mendidik”.
Tanda-tandanya antara lain:
Baca juga: Contoh Poster Stop Bullying: Prompt AI + Ide Desain Terbaik
Anak yang tumbuh di lingkungan seperti ini bisa menganggap kekerasan sebagai hal normal. Akibatnya, mereka berisiko mengulang pola yang sama saat dewasa—baik sebagai korban maupun pelaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Verywellmind.com