Ilustrasi hewan peliharaan berdasarkan zodiak. (freepik/lookstudio)
INDOZONE.ID - Siapa sangka, di balik momen sederhana seperti mengelus kucing atau ngajak anjing jalan sore, ada “terapi diam-diam” yang lagi ramai dibicarakan?
Bukan sekadar peliharaan lucu, beberapa hewan ternyata punya peran besar dalam menjaga kesehatan mental — bahkan bisa mencegah seseorang jatuh ke kondisi yang lebih parah.
Fenomena ini dikenal dengan istilah emotional support animal (ESA). Dan ya, ini bukan sekadar tren manja atau alasan biar bisa bawa hewan ke mana-mana.
Baca juga: 5 Tanaman Hias Penghilang Stres Setelah Kerja, Bikin Rumah Auto Lebih Adem!
Bayangin kamu lagi overthinking parah. Napas mulai cepat, dada sesak, pikiran ke mana-mana. Lalu tiba-tiba, hewan peliharaanmu datang, duduk di dekatmu, atau kamu mulai mengelus bulunya.
Kedengarannya sepele, tapi buat sebagian orang, momen itu bisa jadi “rem darurat” yang mencegah panic attack terjadi.
Banyak orang dengan kecemasan, depresi, bahkan bipolar, mengaku bahwa kehadiran hewan mereka bukan cuma menemani — tapi benar-benar membantu mereka tetap “berfungsi” setiap hari.
Baca juga: 35 Ucapan Selamat Hari Buruh dalam Bahasa Inggris untuk Caption
Ini bukan cuma perasaan. Secara ilmiah, tubuh kita memang berubah saat berinteraksi dengan hewan. Ketika kamu menyentuh atau bermain dengan hewan:
Bahkan dalam waktu singkat — sekitar 10 menit — efeknya sudah bisa terasa.
Jadi wajar kalau banyak orang merasa “lebih hidup” setelah sekadar bermain dengan hewan mereka.
Baca juga: Anak Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Menolak Pulang dari Makam Ibunya, Warganet Ikut Pilu!
Sekilas memang sama. Tapi bedanya ada di fungsi.
ESA tidak perlu dilatih seperti anjing penuntun. Tapi kehadirannya diakui bisa membantu kondisi psikologis seseorang.
Di beberapa negara, ESA bahkan dianggap sebagai kebutuhan medis — bukan sekadar peliharaan.
Baca juga: Fakta Garam Ruqyah dan Garam Biasa, Apa yang Membedakan?
Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru bisa memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi pemilik emotional support animal (ESA), kehadiran hewan ini dapat menjadi alasan untuk bangun dari tempat tidur, membantu membentuk rutinitas yang lebih disiplin karena adanya tanggung jawab merawat makhluk lain, serta mengurangi rasa kesepian — terutama bagi mereka yang tinggal sendiri.
Selain itu, interaksi dengan hewan juga efektif dalam mengalihkan pikiran dari hal-hal negatif, sehingga membantu menjaga kestabilan emosi.
Buat orang yang sedang berjuang dengan kesehatan mental, ini bukan hal kecil — ini bisa jadi titik balik.
Baca juga: 21 Ucapan Selamat Hari Buruh 2026 yang Paling Relate dan Bikin Semangat Kerja Makin Membara
Ada analogi menarik: ESA itu seperti jalur landai di trotoar. Buat orang biasa, mungkin tidak terlalu penting. Tapi bagi yang benar-benar membutuhkan, itu bisa jadi satu-satunya cara untuk “maju”.
Artinya, semakin berat kondisi mental seseorang, semakin besar dampak yang bisa diberikan oleh ESA.
Dunia medis mulai melihat ini lebih serius. Bahkan sudah ada klinik yang menggabungkan perawatan manusia dan hewan dalam satu kunjungan.
Baca juga: 21 Ucapan Selamat Hari Buruh 2026 Dalam Bahasa Inggris yang Paling Chill dan Penuh Makna
Tujuannya? Karena kesehatan manusia dan hubungan dengan hewan ternyata saling terhubung.
Ke depannya, bukan tidak mungkin ESA jadi bagian umum dari rekomendasi terapi — bukan lagi hal yang dianggap “tambahan”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discovermagazine.com