Ilustrai pertemanan toxic. (freepik)
INDOZONE.ID - Pertemanan seharusnya jadi tempat paling aman untuk kembali. Tempat di mana kamu bisa jadi diri sendiri tanpa takut dihakimi.
Tapi kenyataannya, nggak semua hubungan pertemanan berjalan sehat.
Ada satu kondisi yang sering luput disadari: toxic friendship yang nggak selalu terlihat jelas, tapi meninggalkan satu perasaan yang sama — nggak tenang.
Dan anehnya, banyak orang baru sadar setelah semuanya terasa “berat”.
Baca juga: Berapa Banyak Air yang Perlu Diminum saat Haji? Ini Penjelasannya
Salah satu tanda paling umum dari toxic friendship bukanlah pertengkaran besar. Justru sebaliknya — hubungan terlihat “baik-baik saja” di permukaan.
Tapi setiap kali kamu bertemu, ada perasaan ganjil yang muncul — bukan marah. Bukan sedih. Tapi seperti ada yang mengganjal. Bahkan setelah pulang, kamu malah merasa lebih lega daripada bahagia.
Perasaan ini sering dianggap sepele karena sulit dijelaskan. Tapi sebenarnya, ini adalah sinyal dari tubuh dan pikiranmu bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Baca juga: Studi: Tak Mau Ketinggalan Gol, 82% Penonton Bola Andalkan Pesan Makanan Online
Toxic friendship jarang datang dengan tanda yang “keras”. Justru dia hadir lewat hal-hal kecil yang terjadi berulang.
Beberapa tanda yang bisa kamu perhatikan:
Yang paling penting adalah kamu tidak merasa jadi diri sendiri saat bersama mereka.
Baca juga: Kenali Perbedaan Introvert dan Pemalu agar Tidak Salah Menilai
Banyak orang berpikir hubungan toxic selalu penuh konflik. Padahal, tidak selalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline