Ilustrasi teman yang suka membanding-bandingkan. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu punya teman yang setiap ngobrol selalu ada aja bahan buat ngebandingin kamu dengan orang lain?
“Coba deh kayak si A, dia lebih keren.”
“Kenapa kamu nggak kayak si B aja, lebih fun.”
Sekilas terdengar kayak bercanda. Tapi kalau dipikir-pikir, ini bukan hal yang sehat. Dan kalau terus-terusan terjadi, bisa jadi kamu sebenarnya lagi ada di lingkaran toxic friendship tanpa kamu sadari.
Baca juga: Bukan Sekedar Peliharaan! Ini Alasan Hewan di Rumah Bisa “Menyelamatkan” Mental Pemiliknya
Pertemanan yang sehat itu harusnya bikin kamu merasa diterima, bukan dibandingkan. Tapi dalam hubungan yang toxic, kamu justru sering dijadikan “pembanding” dengan orang lain.
Lama-lama efeknya nggak main-main, seperti kamu mulai merasa kurang, merasa harus berubah jadi orang lain biar diterima, bahkan bisa kehilangan rasa percaya diri.
Dan yang lebih bahaya, kamu jadi terbiasa merasa “nggak cukup” padahal kamu nggak salah apa-apa.
Baca juga: Berapa Banyak Air yang Perlu Diminum saat Haji? Ini Penjelasannya
Yang bikin ini makin tricky, kadang bentuknya bukan marah atau terang-terangan. Tapi berupa “tekanan halus” yang pelan-pelan ngaruh ke kamu.
Misalnya:
Disuruh ikut gaya hidup orang lain biar “lebih keren”
Ditekan buat ikut keputusan yang sebenarnya kamu nggak nyaman
Atau dipaksa ngikutin standar sosial tertentu biar dianggap “level-nya naik”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline