Ilustrasi. Wanita Asia yang terkejut tampak malu melihat sesuatu yang mengerikan sambil memegang sampah plastik dan memilah sampah. (benzoix/magnific.com)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu mendengar seseorang mengeluh, "Aku sudah menunggu di sini sampai beribu-ribu tahun!" atau melihat lirik lagu yang berbunyi, "Cintaku sedalam samudra"? Kalimat-kalimat tersebut tentu tidak masuk akal jika diartikan secara harfiah. Namun, gaya bahasa itulah yang membuat sebuah percakapan atau karya sastra menjadi jauh lebih hidup dan dramatis.
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, gaya bahasa yang melebih-lebihkan sesuatu ini dikenal dengan sebutan hiperbola. Lantas, sebenarnya apa arti hiperbola dan contohnya dalam penerapannya sehari-hari?
Secara harfiah, kata hiperbola berasal dari bahasa Yunani hyperbole yang berarti berlebihan. Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan cara melebih-lebihkan kenyataan yang sebenarnya, baik dari segi ukuran, jumlah, maupun sifatnya, hingga terkesan tidak masuk akal. Contohnya sangat mudah ditemukan, seperti, "Suaranya menggelegar membelah angkasa." Padahal, maksud sebenarnya hanyalah suara orang tersebut sangat keras.
Agar kamu bisa selangkah lebih jago dalam merangkai kata, mari kita bedah ciri-ciri, fungsi, hingga puluhan contoh kalimatnya di bawah ini!
Baca juga: Apa itu Majas Simile? Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya
Ciri-Ciri Majas Hiperbola
Majas hiperbola sangat mudah dikenali dibandingkan majas lainnya (seperti metafora atau personifikasi) karena memiliki karakteristik yang khas:
- Sangat Berlebihan: Menggunakan kata-kata yang mendramatisir keadaan (misal: sejuta, setinggi langit, seluas samudra, secepat kilat).
- Tidak Logis Secara Harfiah: Jika dipikirkan secara logika, kalimat tersebut mustahil terjadi di dunia nyata.
- Membangkitkan Imajinasi: Memaksa pembaca atau pendengar untuk membayangkan sebuah kondisi yang ekstrem.
- Emosional: Sangat kuat dalam menyampaikan perasaan, baik itu cinta, amarah, kekecewaan, maupun rasa lelah.
Fungsi Menggunakan Majas Hiperbola
Penggunaan gaya bahasa hiperbola bukan tanpa alasan. Ada beberapa fungsi utama mengapa majas ini sering disisipkan dalam karya sastra maupun percakapan kasual:
- Memberikan Efek Dramatis: Membuat sebuah cerita atau curhatan terasa lebih intens dan berkesan.
- Menarik Perhatian Pembaca/Pendengar: Gaya bahasa yang ekstrem terbukti lebih mudah ditangkap dan diingat oleh otak manusia.
- Mempertegas Perasaan: Cara ampuh untuk meluapkan emosi yang tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata biasa.
- Meningkatkan Estetika Sastra: Memperindah bait puisi, lirik lagu, atau narasi dalam sebuah novel.
Kumpulan Contoh Majas Hiperbola Berdasarkan Kategorinya
Untuk membantumu membedakan dan menggunakannya dengan tepat, berikut adalah 75+ contoh majas hiperbola yang dibagi ke dalam beberapa kategori:
1. Contoh Majas Hiperbola dalam Percakapan Sehari-hari
Gaya bahasa ini sering kita lontarkan tanpa sadar saat mengobrol bersama teman atau keluarga:
- Tas ini beratnya luar biasa, rasanya seperti memanggul sejuta ton batu.
- Dia tidur sangat pulas sampai-sampai bom meledak pun dia tak akan bangun.
- Sudah seribu kali aku bilang, jangan letakkan handuk basah di atas kasur!
- Jarak dari rumahku ke sekolah terasa lebih jauh dari jarak bumi ke bulan.
- Perutku keroncongan sampai cacing-cacing di dalamnya berdemo menuntut makan.
- Sepeda Yayan melaju secepat kilat menyalip kendaraan lain.
- Ruangan ini panas sekali, rasanya tubuhku seolah dipanggang di atas lava pijar.
- Orang itu tinggi sekali, kepalanya hampir menyentuh awan.
- Suara klakson truk itu nyaris memecahkan gendang telingaku.
- Paket ini sampainya lama sekali, butuh waktu ribuan tahun baru tiba.
- Aku sangat lapar sekarang, rasanya aku sanggup menelan seekor sapi utuh.
- Kamarmu berantakan sekali seperti kapal pecah yang diterjang badai.
- Ia berjalan sangat lambat, bahkan siput pun bisa menyalipnya.
- Teriakan ibu guru menggetarkan seisi sekolah raya.
- Jakarta adalah kota metropolitan yang tidak pernah tidur.
2. Contoh Majas Hiperbola tentang Cinta dan Romansa
Kategori ini paling sering ditemukan dalam rayuan gombal, puisi cinta, atau lirik lagu romantis:
- Senyuman manisnya mampu mengalihkan duniaku.
- Seribu gunung akan kudaki, lautan luas akan kuseberangi demi mendapatkan cintamu.
- Kasih sayang ibu kepada anaknya tak terhingga sepanjang masa.
- Pesonanya memancarkan cahaya yang mampu menerangi seluruh alam semesta.
- Jantungku serasa berhenti berdetak saat melihatnya menggandeng tangan orang lain.
- Tatapan matanya yang tajam telah memanah tepat di jantung hatiku.
- Kecantikan parasnya sukses membuat para bidadari surga merasa insecure.
- Separuh nafasku seolah pergi membawamu menjauh dariku.
- Rinduku padamu seluas samudra yang tak bertepi.
- Kulitnya lebih lembut dari sutra kualitas terbaik di dunia.
- Suaranya yang merdu mampu menghipnotis jutaan pasang telinga.
- Cintaku padamu lebih tinggi dari puncak Everest.
- Tanpamu, hidupku terasa hampa bak butiran debu di padang pasir.
- Kata-kata manismu sukses membuatku melayang-layang ke angkasa.
- Dia adalah bintang terang yang selalu menyinari kegelapan hidupku.
Baca juga: 100 Contoh Majas Metafora dalam Kalimat Lengkap
3. Contoh Majas Hiperbola tentang Kekecewaan, Kesedihan & Amarah
Saat emosi memuncak, hiperbola adalah cara terbaik untuk mengekspresikan rasa sakit hati:
- Hatinya pasti hancur berkeping-keping seperti kaca yang dilempar batu.
- Tangisan anak kecil yang kehilangan ibunya itu sungguh menyayat hati.
- Air matanya mengalir deras menganak sungai membasahi pipinya.
- Perasaanku teriris sembilu melihat sahabatku mengkhianatiku.
- Darahku langsung mendidih mendengar hinaan yang keluar dari mulutnya.
- Dinginnya sikapmu kepadaku membuat sekujur tubuhku membeku.
- Berita duka itu menghantam jiwanya bagaikan bom nuklir.
- Mulut penipu itu penuh dengan bisa yang mematikan.
- Kabar pemecatan itu menyambarnya bak petir di siang bolong.
- Harga bahan pokok yang kian meroket mulai mencekik leher rakyat kecil.
- Negara ini sedang meraung-raung kesakitan akibat korupsi.
- Telaga darah seolah menggenang di dalam batinku menahan derita ini.
- Kemarahannya meledak bagaikan gunung berapi yang erupsi.
- Ia tenggelam dalam lautan duka yang tak berujung.
- Kata-katamu setajam pedang yang langsung menusuk ulu hatiku.
4. Contoh Majas Hiperbola tentang Usaha dan Pekerjaan
Digunakan untuk menggambarkan betapa kerasnya seseorang dalam berjuang:
- Ayah rela membanting tulang dari pagi hingga malam demi menghidupi kami.
- Kami harus memeras otak hingga kering untuk memecahkan soal matematika ini.
- Ia berjuang mempertahankan harga dirinya hingga titik darah penghabisan.
- Para pahlawan memeras keringat dan darah demi kemerdekaan bangsa.
- Tugas sekolah yang menumpuk setinggi gunung ini membuatku stres.
- Ia bekerja keras bak mesin yang tak pernah kehabisan baterai.
- Mahasiswa itu rela tidak tidur tujuh hari tujuh malam demi menyelesaikan skripsinya.
- Persaingan bisnis di ibu kota sungguh berdarah-darah.
- Ia merangkak dari dasar bumi hingga bisa mencapai puncak kesuksesan seperti sekarang.
- Semangatnya berkobar-kobar seperti api yang menyapu hutan kering.
- Pengorbanannya untuk perusahaan ini sebesar dunia dan isinya.
- Walau harus menembus badai rintangan, aku tidak akan menyerah pada cita-citaku.
Baca juga: Majas Hiperbola Adalah: Pengertian, Ciri, dan Contoh dalam Kalimat