Ilustrasi. Seorag ibu sedang mengajarkan anaknya alphabet. (jcomp/magnific.com)
INDOZONE.ID - Kegiatan menulis tidak hanya sebatas menuangkan isi pikiran ke dalam sebuah media fisik maupun digital. Lebih dari itu, menulis melibatkan pemahaman teknis terkait tanda baca, spasi, hingga penempatan huruf besar. Jika kamu sering menulis, baik untuk keperluan akademik, pekerjaan, atau sekadar membuat status di media sosial, memahami tata bahasa dasar adalah hal yang wajib.
Secara definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), huruf kapital adalah huruf yang berukuran dan berbentuk khusus yang lebih besar daripada huruf biasa. Sebagai gambaran, apa saja contoh huruf kapital? Contohnya sangat sederhana, yaitu alfabet berukuran besar mulai dari A, B, C, hingga Z. Sejarah mencatat bahwa skrip standar berhuruf besar ini sudah mulai digunakan sejak tahun 600 Sebelum Masehi pada pahatan batu.
Namun, sering kali kita melihat sebuah tulisan yang diketik menggunakan huruf besar secara keseluruhan. Lantas, apa arti huruf kapital semua? Dalam etika komunikasi teks digital, penulisan kalimat dengan huruf besar semua sering kali diasosiasikan dengan emosi yang kuat, seperti berteriak, marah, atau memberikan penekanan yang sangat berlebihan. Oleh karena itu, penggunaannya tidak boleh sembarangan.
Baca juga: 15 Contoh Penulisan Body Email untuk Melamar Pekerjaan yang Baik dan Benar
Lalu, huruf kapital yang benar gimana? Penggunaannya tentu tidak boleh didasarkan pada mood atau asal-asalan. Kesalahan penempatan dapat mengubah persepsi pembaca dan intonasi kalimat. Oleh karena itu, kita harus mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau EYD.
Agar tulisanmu lebih rapi, profesional, dan mudah dipahami, berikut adalah pedoman lengkap penggunaan huruf kapital beserta contohnya.
Aturan paling dasar yang sudah diajarkan sejak Sekolah Dasar (SD) adalah menggunakan huruf besar di awal kalimat. Setiap memulai kalimat baru setelah tanda titik, wajib menggunakan huruf kapital.
Huruf kapital wajib dipakai sebagai huruf pertama untuk menuliskan nama orang. Selain itu, julukan seseorang juga harus diawali dengan huruf besar.
Pengecualian: Tidak berlaku untuk nama orang yang digunakan sebagai jenis atau satuan ukuran (contoh: 100 gram). Juga tidak berlaku untuk kata tugas seperti "bin" atau "von" (contoh: Ali bin Abi Thalib).
Jika kamu menulis cerita atau mengutip perkataan seseorang secara langsung persis seperti yang diucapkan, huruf pertama pada awal petikan wajib memakai huruf kapital.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada singkatan gelar akademik, gelar keagamaan, profesi, pangkat, dan jabatan yang diikuti oleh nama orang.
Penulisan nama jalan, kota, provinsi, sungai, gunung, dan bentang alam lainnya wajib diawali huruf kapital.
Pengecualian: Jika nama tempat tersebut merujuk pada sebuah jenis benda atau tanaman, maka ditulis kecil (contoh: jeruk bali, pisang ambon, batik pekalongan).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber