Keluarga John Davidson Rockefeller. (hudsonvalley.org)
Nama Rockefeller mungkin sering terdengar akhir-akhir ini. Pasalnya, nama ini dikait-kaitkan dengan konspirasi pandemi corona yang melanda banyak negara.
Teori konspirasi yang beredar merujuk pada Rockefeller Foundation, yaitu yayasan yang dikenal banyak melakukan aktivitas sosial. Dilansir dari Britannica.com, yayasan ini didirikan dengan tujuan untuk meringankan beban manusia dai seluruh dunia.
Yayasan ini dicurigai memiliki kaitan dengan pandemi corona, karena ada sebuah dokumen yang di dalamnya menceritakan tentan wabah dan kepanikan yang dibuat 10 tahun ini. Kondisi tersebut dinilai mirip dengan situasi yang terjadi saat ini.
Yayasan tersebut didirikan oleh seorang miliader Amerika Serikat (AS) bernama John Davidson Rockefeller. John lahir pada 8 Juli 1839 di Richford, New York, Amerika, dan meninggal dunia pada 23 Mei 1937, di The Casements Ormond Beach, Florida, Amerika.
Walaupun sudah tiada, ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di AS sepanjang sejarah bersama dengan miliarder lainnya. Saking tajirnya, harta yang dimiliki John tak akan habis turun temurun.
Tak heran, karena keluarga Rockefeller adalah bos minyak, yang memilik perusahaan minyak pertamanya bernama Standard Oil. Ini lah perusahaan yang membuat John jadi miliarder pertama di Amerika pada akhir abad ke-19.
Dilansir dari CNBC.com, keluarga Rockefeller memasuki generasi ketujuh dengan total ahli waris sebanyak 170 dan sampai saat ini, mereka masih mempertahankan kekayaannya. Mereka membantah pernyataan bahwa kekayaan akan habis di generasi ketiga.
Tahun 2016, keluarga ini memiliki harta kekayaan mencapai $ 11 miliar menurut Forbes. Bahkan kekayaan mereka bertahan selama 100 tahun setelah John jadi miliarder pertama di AS.
Kini, ada lebih dari 250 anggota keluarga yang merupakan keturunan dari John D. Rockefeller dan Laura Spelman Rockefeller.
Seorang anggota keluarga Rockefeller, David Rockefeller Jr yang merupakan cicit dari John membocorkan bagaimana keluarga mereka mampu mempertahankan kekayaan bernilai fantastis itu dalam membesarkan anak-anaknya.
Dilansir dari CNBC, dalam sebuah wawancara, David mengatakan bahwa keluarga sudah mengembangkan sistem nilai, tradisi dan institusi yang membantu keluarga bisa bersama-sama menjaga kekayaan yang mereka miliki.
Ia mengungkapkan, ada empat komponen yang jadi pedoman keluarga Rockefeller, untuk mempertahankan kekayaan yang mereka miliki. Yang pertama kata David, ialah pertemuan keluarga.
“Kami bertemu sebagai keluarga dua kali setahun, sering kali lebih dari 100 dari kami di ruangan yang sama untuk makan siang Natal misalnya,” ujar David.
“Kami memiliki sesuatu yang disebut forum keluarga. Ketika Anda berusia 21, Anda diundang ke pertemuan itu," sambungnya.
Dalam pertemuan ini, anggota keluarga akan membicarakan tentang arah, proyek baru, anggota baru dan berita kaluarga lainnya yang memiliki kaitan dengan karier dan perannya sangat penting.
Menurutnya, sangat penting bila setiap orang merasakan bagian dari keluarga, sekalipun itu statusnya menantu. Keluarga Rockefeller juga menyebutkan bahwa sangat penting untuk menjaga sejarah keluarga.
Para anggota Rockefeller, melakukan ini sebagian melalui "rumah keluarga", yaitu tempat bagi mereka untuk berkumpul dan menceritakan tentang masa lalu.
“Itu adalah tempat-tempat yang akrab dan diwariskan dari generasi ke generasi,” jelasnya.
“Saya bisa kembali ke tempat kakek buyut saya hidup lebih dari 100 tahun yang lalu dan melihat bagaimana dia hidup dan melihat bagaimana putranya dan cucu-cucu mereka tinggal,” sambungnya.
Selain itu katanya, penting bagi sebuah keluarga untuk tak membangun bisnis bersama. Menurutnya, banyak keluarga mengalami perselisihan hanya karena bisnis keluarga yang dijalankan.
Perselisihan dapat terjadi, karena adanya kebimbangan perihal siapa yang harus menjalankan bisnis tersebut, bagaimana cara mengembangkannya dan siapa yang akan mendapat keuntungan dari bisnis itu.
Keluarga besar Rockefeller, diketahui belum memiliki bisnis keluarga untuk diperebutkan sejak tahun 1991, saat perusahaan Standard Oil dipecah oleh pemerintah menjadi perusahaan publik karena undang-undang antimonopoli yang baru.
Dengan begitu, kekayaan keluarga Rockefeller diubah dari satu perusahaan menjadi beberapa perusahaan publik. Dikombinasikan dengan serangkaian kepercayaan yang ditulis dengan baik, saham dan kepemilikan keuangan lebih mudah diwariskan ke generasi mendatang.
“Kekayaan dalam keluarga kami, tentu saja, keluar dari bisnis minyak, dari Standard Oil,” katanya.
“Tapi bisnisnya tidak membuat kami tetap bersama dan ada banyak keluarga yang terpisah, terus terang. Secara kebetulan, saya pikir, kami beruntung tidak memiliki bisnis yang memisahkan kami," sambungnya.
"Kami memiliki bisnis yang memasok -melalui penghilangan kepercayaan generasi- kekayaan yang turun dari generasi ke generasi dan tersebar melalui semakin banyak orang, tetapi masih dipertahankan. Tetapi kami tidak memiliki bisnis inti," tambahnya.
Menurut David, kunci yang menjaga keutuhan keluarga Rockefeller adalah nilai-nolai keluarga, khususnya sifat dermawan.
Selain Rockefeller Foundation, ada pula Rockefeller Brothers Fund dan David Rockefeller Fund yang dimiliki oleh keluarga miliarder ini.
David masih ingat bentuk amal yang dilakukannya pertama kali, yaitu saat usianya masih 10 tahun. David yang mendapatkan tunjangan setiap hari Minggu, akan memberikanya sebagian ke gereja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: