Cerita pilu pasien COVID-19. (Twitter/@JennyJusuf)
Pasien COVID-19 seringkali mendapat stigma negatif dari masyarakat. Tak jarang pasien COVID-19 dikucilkan oleh orang-orang yang dikenalnya, bahkan orang terdekat sendiri pun bisa tega melakukannya.
Karena kondisi inilah banyak yang tidak mau mengaku atau terang-terangan bahwa dirinya terinfeksi COVID-19. Situasi ini bisa terjadi karena informasi seputar COVID-19 disampaikan dengan cara yang kurang tepat.
Penulis Jenny Jusuf baru-baru ini membagikan cerita dari netizen yang tentang orang-orang yang pernah terinfeksi COVID-19. Bukannya mendapat dukungan, mereka malah dikucilkan.
Pada awalnya, Jenny bercerita soal pengalaman tak mengenakkannya selama terinfeksi COVID-19. Dia mendapat perlakuaan kurang menyenangkan dari orang sekitarnya.
"Buat aku, ini bagian terberat dari semuanya (dikucilkan). Bukan virusnya, bukan symptoms-nya. Melainkan reaksi dari orang-orang sekitar. Entah karena misinformasi, ketakutan berlebihan, atau emang ignorant. Sempet stres dan kebawa pikiran banget gara-gara ini," cerita Jenny.
Rupanya, Jenny tidak sendirian. Netizen lainnya juga membagikan pengalaman yang sama. Ada yang sampai diblock di media sosial hingga dikucilkan di grup kantor, padahal ia sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19.
Tidak hanya itu saja, bahkan seseorang mengaku dikirimi bangkai tikus di depan rumahnya entah untuk tujuan apa. Padahal, ia baru saja kehilangan ayahnya karena COVID-19.
Ada pula netizen yang bercerita soal temannya yang rumahnya sampai digembok tetangga setelah dinyatakan positif COVID-19.
Cerita-cerita dari netizen tersebut membuat Jenny Jusuf merasa miris. Dia pun menegaskan bahwa COVID-19 bukanlah aib.
"I'm sharing these stories to raise awareness: COVID BUKAN AIB. please treat people with kindness," kata Jenny melalui akun Twitter-nya.
mulai dari dikucilkan, di-block, digedor2, dikirimin bangkai tikus, sampai rumahnya dirantai dari luar (!!) semua hanya karena positif covid.
— Jenny Jusuf (@JennyJusuf) December 29, 2020
i’m sharing these stories to raise awareness: COVID BUKAN AIB. please treat people with kindness. pic.twitter.com/OpdmCKB9ML
Meski demikian, masih banyak lingkungan yang peduli dengan pasien COVID-19.
"Alhamdulillah.. Lingkungan tempat tinggalku baik2 orangnya. Aku positif covid dan perangkat desa ngasih sembako. Tukang sayur juga mau dipesenin. Dicantolin di pintu rumah tiap pagi. Jadi dapur tetep ngebul walau isoman. Saudara2 jg pada ngirimin madu, vitamin, dan snack2," kata @Raniway.
"Alhamdulillah nyokap sempet kena covid tapi lingkungan bener bener baik dan gak ngucilin, justru banyak banget obat, makanan, minuman dan snack yang dikasih sampe bingung dan ada yang gak ke makan," kata @daksadiksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: