Ilustrasi (Unsplash/Markus Winkler)
Korea kini tergolong salah satu negara yang cukup berpengaruh di dunia. Bukan hanya dikenal melalui musik K-pop atau drama-nya, Korea juga dikenal dengan banyak masyarakatnya yang hidup bahagia dan sukses.
Ternyata, hal ini tak lain dan tak bukan berkat salah satu warisan mereka yaitu nunchi. Seperti tata krama, nunchi yang baik akan membuat semuanya berjalan lancar, dan begitu pula sebaliknya.
Lantas, apa itu nunchi? dan bagaimana cara menerapkannya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Nunchi merupakan sebuah seni membaca pikiran dan perasaan dari Korea. Nuchi juga sering disebut sebagai sebuah kesaktian orang Korea untuk membuat hidup bahagia dan sukses.
Nunchi dapat digambarkan sebagai konsep kecerdasan emosional yang sangat penting bagi dinamika hubungan interpersonal.
Dilansir buku berjudul "Nunchi, Seni Membaca Pikiran dan Perasaan Orang Lain", nunchi berarti 'tilikan-mata', atau seni waskita dalam menilai pikiran dan perasaan orang lain untuk menciptakan keserasian, kepercayaan, dan kedekatan.
Baca juga: Berhati Emas, Ini 4 Zodiak yang Dikenal Paling Peduli
Bukan dengan sihir atau sulap, konsep nunchi ini dilakukan pada diri sendiri dengan mempelajari 8 aturan konsep nunchi.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah, mengosongkan pikiran dengan menghilangkan praduga terhadap seseorang. Hal ini bertujuan agar mampu mengamati dengan lebih tajam.
Kamu bisa mulai dengan memejamkan mata selama dua menit dan memusatkan pernafasan sebelum bertemu seseorang atau masuk ke dalam ruangan rapat.
Efek pengamat dalam fisika kuantum menyatakan bahwa kita mengubah berbagai hal hanya dengan mengamatinya. Kita dapat mengubah suasana dalam ruangan hanya dengan berada di sana.
Pakar nunchi memberitahu bahwa daripada membuat keributan sewaktu memasuki ruangan, pertama-tama hormatilah ruangan yang baru kamu masuki itu.
Memiliki nunchi, itu artinya mampu menilik pandangan apa yang sedang terjadi di ruangan itu begitu kita tiba. Perhatikan semua orang yang ada di ruangan untuk mengumpulkan informasi.
Bersikaplah sebagai pribadi yang selalu waspada dan adaptif dengan suasana yang sedang berlangsung, lalu melanjutkannya dengan penajaman insting, karena suasana terus berubah.
Jika kamu sabar menunggu, maka sebagian besar pertanyaanmu bakal terjawab tanpa harus mengajukan sepatah kata pun. Kita akan lebih banyak belajar dari menyimak ketimbang dengan berbicara.
Orang yang paling lantang dalam negosiasi tidak selalu jadi pemenang. Berdiamlah dan beri ruang agar jawaban yang dicari semakin mendekatimu.
Aturan penting dalam nunchi adalah tata krama ada untuk membuat semua orang merasa nyaman dan bukannya membuat diri kita merasa lebih unggul karena kita tahu yang terbaik.
Memberitahu orang lain secara lantang tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat pertemuan di meja makan bukanlah tata krama yang baik.
Tidak semua orang akan mengatakan apa yang mereka pikirkan dan itu adalah hak prerogatif mereka. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk menyampaikannya.
Maka, salah satu aturan nunchi yaitu baca apa yang tersirat di wajah atau tubuhnya. Kamu akan dengan mudah menyadari dengan begitu banyak isyarat yang ada di sekitar.
Contoh dari poin ini seperti pertanyaan 'Kamu kurusan ya sekarang? Kayaknya dulu nggak gini deh'. Terdengar biasa memang, namun sebenarnya, menanyakan pertanyaan ini adalah hal yang amat buruk.
Bisa saja orang tersebut kurus karena stres atau penyakit,atau sedang berkabung atau hal-hal tak pantas lain, meski sebenarnya kamu tidak ada berniat untuk berkomentar buruk. Tapi tetap saja orang tersebut akan berpikir kamu sengaja melakukannya.
Dengan mangasah nunchi maka kamu akan mendapati bahwa peluang untuk menyinggung orang lain secara tidak sengaja akan berkurang.
Terakhir, nunchi percaya bahwa kemampuan bertahan hidup bukan ditentukan oleh orang paling kuat, namun orang yang paling cepat peka dan beradaptasi dengan perubahan.
Perubahan dapat terjadi dengan cepat, bahkan dalam waktu 10 menit, perasaan orang lain dapat dengan cepat berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: