Azan dengan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo). (Istimewa)
Sebuah video memperlihatkan seorang pria sedang berbahasa isyarat saat azan dikumandangkan dari dalam masjid viral di media sosial. Sontak video tersebut menyedot perhatian netizen.
Dalam video, tampak seorang pria mengenakan kemeja hitam berdiri di depan mihrab masjid sambil berbahasa isyarat. Dia berbahasa isyarat saat azan dikumandangkan seorang muazin dari dalam masjid.
Ternyata pria tersebut sedang menerjemahkan azan ke dalam bahasa isyarat untuk para jemaah penyandang tuli yang berada di dalam masjid.
baru liat ada yg live translate adzan ke bhs isyarat pic.twitter.com/HFG6jtjXCB
— Dhika ???? ???????? (@bagofair) December 24, 2021
Diketahui, azan dengan bahasa isyarat bukanlah sesuatu yang baru, namun juga belum lama dikenalkan. Bagi masyarakat awam, azan dengan bahasa isyarat tentu saja sangat asing.
Azan dengan bahasa isyarat merupakan satu-satunya cara agar para penyandang tuli bisa memaknai azan. Selama ini, penyandang tuli hanya mengetahui azan, namun tidak dapat memahami apa maknanya.
Dalam laporan yang dilansir Tempo.co pada 28 Mei 2019, seorang tuli yang akrab disapa Bunda Galuh mengaku baru bisa memaknai azan saat berusia 30 tahun ketika sudah mengenal azan dengan bahasa isyarat.
"Sebelumnya saya tidak mengerti apa arti seruan salat yang diucapkan dalam azan karena kurangnya akses informasi keagamaan bagi insan tuli," kata Bunda Galuh dikutip Sabtu (25/12/2021).
Menurut Bunda Galuh, hal itu berlaku juga bagi bacaan salat, banyak penyandang tuli yang tidak dapat memaknainya sebelum diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat.
Azan dengan bahasa isyarat merupakan azan yang diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia lalu ke bahasa isyarat Indonesia (Bisindo).
Bisindo sendiri merupakan bahasa isyarat resmi yang berlaku di Indonesia. Bisindo tercipta dari bahasa ibu yang muncul secara alami pada kalangan penyandang tuli di Tanah Air.
Tidak hanya di Indonesia, azan dengan bahasa isyarat juga ada di Malaysia. Tak jauh berbeda, azan diterjemahkan ke dalam bahasa Malaysia lalu ke bahasa isyarat Malaysia (BIM).
Azan dengan BIM disosialisasikan oleh Persatuan Orang Pekak Malaysia (Prisma) dan Jurubahasa isyarat agama di Malaysia.
Salah satu contoh terjemahan azan dengan bahasa Isyarat adalah jari telunjuk diarahkan ke atas pada lafaz "Allahu Akbar".
Lalu pada lafal azan "Hayya alashollah", kedua telapak tangan digerakkan mengayuh ke arah dada seperti gerakan mengajak.
Dan masih ada beberapa gerakan lainnya dalam terjemahan azan dengan bahasa isyarat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: