Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 04 MEI 2022 • 15:30 WIB

Demi Keselamatan, Ini 7 Hal yang Perlu Dipersiapkan saat Arus Balik Lebaran

Demi Keselamatan, Ini 7 Hal yang Perlu Dipersiapkan saat Arus Balik LebaranSejumlah kendaraan melintas menuju kawasan Ciawi, Lido dan Sukabumi setelah pintu keluar tol Jagorawi akibat penutupan jalan menuju Puncak (Ilustrasi/ ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Arus balik usai mudik Lebaran menjadi hal yang memerlukan persiapan. Pasalnya sama seperti saat mudik, kepadatan lalu lintas pada masa-masa ini tak bisa ditebak. 

Namun pada umumnya, arus balik Lebaran dianggap memiliki tingkat kepadatan yang lebih tinggi. Pasalnya sejak sore hari H+1 Lebaran, para pemudik mulai memadati jalanan sehingga kemacetan tak bisa dielakkan. 

Nah agar bisa melewati setiap tantangan di jalan, para pemudik terutama yang membawa kendaraan pribadi harus mempersiapkan beberapa hal.

Baca juga: Wkwk! Bosan Terjebak Macet 12 Jam, Pemudik Ini Pergi ke Semak-Semak Mencari Belalang

Dikutip dari Goodyear, inilah 7 tips mempersiapkan perjalanan saat arus balik Lebaran. 

1. Pilih tanggal yang tepat

Ilustrasi memilih tanggal (Unsplash/YakobchukOlena)

Agar tak terjebak kemacetan, penting untuk pemudik menentukan tanggal yang tepat. Pemudik dapat memantau berita yang ada di televisi, radio, media massa online, dan lain-lain terkait arus balik. 

Hal ini untuk mengetahui perkiraan lonjakan pemudik yang akan kembali dari kampung halaman. Dengan begitu, pemudik akan mempunyai kesempatan untuk melewati jalan yang tidak terlalu macet. 

2. Kendaraan siap pakai

Ilustrasi memeriksa kendaraan (Unsplash/4kodiak)

Penting bagi pengemudi untuk memastikan bahwa kendaran yang akan dipakai benar-benar dalam kondisi baik. 

Karena itu, jangan lupa untuk melakukan pengecekan. Pemudik wajib memeriksa kendaraan mulai dari rem, oli, AC, sampai dengan ban.

Khusus untuk ban, perlu perhatian ekstra. Pasalnya sebagai bagian yang bersentuhan langsung dengan jalan, ban harus dalam kondisi prima.

Pastikan telapak, kompon, dan tekanan angin ban dalam kondisi layak jalan. Saat menemukan keadaan ban yang mendekati tidak layak segera ganti ban agar perjalananmu tidak terganggu dan memperkecil risiko kecelakaan.

3. Tubuh dan mental prima

Ilustrasi tubuh prima (Unsplash/Nikada)

Bukan hanya kendaran, kondisi fisik dan mental pemudik juga harus diperhatikan. Pemudik harus benar-benar dalam keadaan sehat dan tidak sedang banyak pikiran saat mengemudi. 

Pasalnya dengan kondisi yang lebih prima, risiko perubahan emosi karena macet atau kelelahan akan lebih mudah untuk dihindari. Karena itulah, penting bagi pengemudi untuk istirahat yang cukup sebelum memulai arus balik.

4. Barang bawaan tak berlebihan

Ilustrasi barang bawaan (Freepik/odua)

Saat kembali dari kampung halaman, biasanya pemudik akan membawa barang lebih banyak. Titipan saudara, oleh-oleh hingga barang pribadi pemudik sendiri sebetulnya bisa menyulitkan perjalanan. 

Karena itu lebih baik batasi barang bawaan. Ingat memaksakan membawa barang terlalu banyak pada kendaraan akan mempengaruhi kinerja kendaraan.

Kendaraan yang membawa beban yang lebih berat akan bekerja dua kali lebih keras dan tentunya hal ini akan berpengaruh pada konsumsi BBM yang pengemudi gunakan.

5. Memanfaatkan GPS

Ilustrasi GPS (Unsplash/ljubaphoto)

Penggunaan GPS atau Global Positioning System saat mengemudi di arus balik terbukti sangat membantu pemudik. 

Selain memberikan rute tercepat, GPS juga bisa dimanfaatkan untuk mencari jalan alternatif di tengah kemacetan saat arus balik. 

6. Waspadai risiko kejahatan

Ilustrasi kejahatan (Unsplash/photo)

Berada di tengah arus balik harus membuat pemudik senantiasa waspada. Sebab kejahatan bisa terjadi setiap saat dan tanpa diduga. 

Karena itu pastikan untuk selalu dalam kondisi aman. Misal saat hendak istirahat, pastikan kondisi mobil dalam keadaan terkunci dan barang bawaan dalam kondisi aman.

7. Jangan ragu beristirahat

Ilustrasi rest area (Unsplash/joshuaraineyphotography)

Penting bagi pengemudi untuk tidak memaksakan tubuh yang lelah untuk tetap mengemudi. Maka lakukanlah istirahat minimal 2 jam sekali atau bergantian mengemudi, agar tubuh tetap fit. 

Pastikan juga membawa makanan dan minuman yang cukup untuk menghilangkan rasa lapar selama mengemudi.

Nah sain tips-tips di atas, penting juga bagi pemudik untuk disiplin dalam berlalu lintas. Disiplin lalu lintas akan membantu mengurangi resiko kecelakaan yang mungkin terjadi. 


 

Artikel Menarik Lainnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Demi Keselamatan, Ini 7 Hal yang Perlu Dipersiapkan saat Arus Balik Lebaran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!