Atas berdukanya sepak bola lantaran insiden di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (01/10/2022), persatuan suporter sepak bola di Yogyakarta melakukan salat ghoib berjamaah pada Selasa (04/10/2022).
Baca Juga: Mahfud MD Pastikan Biaya Perawatan Korban Kanjuruhan Ditanggung Pemerintah
Salat ghoib berjamaah ini dilakukan di Stadion Mandala Krida, D.I.Yogyakarta dengan diikuti oleh Brajamusti, Maident, Slemania, BCS, Pasoepati, Paserbumi dan seluruh elemen suporter lainnya.
Dalam unggahan akun Instagram @andreli_48 tampak para suporter bola dan juga TNI kompak melakukan salat ghoib untuk mendoakan para korban yang tewas di Kanjuruhan.
Banyak yang antusias dengan acara tersebut mampu dilihat dari potret kebersamaan para suporter yang khidmat mengikuti rangkaian salat ghoib dan doa bersama untuk para korban Kanjuruhan yang telah meninggal dunia.
Tak hanya itu, para suporter bola ini pun tampak mengambil momen bersama untuk saling mendukung dan mengingatkan satu sama lain atas kejadian di Kanjuruhan agar kedepannya tidak terjadi lagi.
Warganet yang melihat momen ini pun tampak ikut mendukung para suporter bola dan memperingatkan agar kedepannya masing-masing suporter dari klub mana pun tetap harus menjaga perdamaian dan juga keselamatan dalam mendukung jagoan mereka.
Baca Juga: Hii.. Stadion Kanjuruhan Jadi Tempat Angker, Terdengar Suara Suporter Nyanyikan Yel-Yel!
Bahkan di kolom komentar, warganet banyak mengatakan jika suporter saling bersatu maka akan terciptanya keindahan seperti yang mereka lakukan saat salat ghoib mendoakan para korban Kanjuruhan.
"Terima kasih dulur,, insyaallah musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua," kata akun @mas_bie.
"Nah gitu dong, akur jangan nunggu ada korban. respect!" kata akun @garrygege.
"Semoga akur ngga ribut males lihat liga 1 isinya berantem saya slemania juga nyesel kyk kejadian di jogja juga pernah ribut...marie bersatu," kata akun @alfibayu_87.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: