Bapak tunggu anak di depan masjid (TikTok/kelea.01)
Beredar video yang membuat warganet terharu. Video itu memperlihatkan momen seorang bapak setia menunggu anaknya salat dan mengaji padahal keduanya beda agama.
Dilihat dalam unggahan yang dibagikan di akun TikTok @kelea.01, mulanya tampak seorang anak laki-laki menghampiri bapaknya yang sedang menunggu di mobil.
Keduanya berbincang soal rencana makan bersama. Namun bukannya langsung berangkat, si bapak malah meminta anaknya untuk melanjutkan ibadahnya di masjid.
Dia mengatakan bahwa akan terus menunggu sampai anaknya selesai salat dan mengaji.
Baca juga: Sosok Ayu Kartika Dewi, Stafsus Presiden yang Nikah Beda Agama, Aktivis Toleransi
Keterangan unggahan lantas mengungkap kalau bapak dan anak itu beda agama.
“Beginilah kami Meski beda keyakinan kami tetap satu juga. Keyakinan tidak boleh dipaksakan,” bunyi narasi videonya.
Terlihat setelah anaknya selesai salat dan ngaji, bapak dan anak itu langsung ke restoran untuk makan bersama.
Dari sana tampak jelas si anak berdoa sesuai dengan agama Islam yang ia peluk. Sementara sang bapak berdoa dengan cara yang berbeda.
Baca juga: Heboh PN Jaksel Kabulkan Permohonan Nikah Beda Agama, Pasangan Kekasih Islam-Kristen
Sontak video kebersamaan mereka membuat wargent terharu. Mereka salut dengan toleransi yang tulus terbagun di antara bapak dan anak tersebut.
“Yang terbaik selalu menghampiri keluarga nya. senantiasa salam toleransi,” kata @Maruli siregar.
“Tolong biarkan dia di bawah lindungan Allah dan ayahnya tetap dalam berkat Tuhan nya. Bahagia selalu,” sambung @bukan idamanmu.
@kelea.01 Beginilah kami Meski beda keyakinan kami tetap satu juga. keyakinan tidak boleh di paksakan. #HappyFathersDay #fyp? #viralvideo #SerunyaIndonesia
? Cinta Beda Agama - Vicky Salamor
“Bapaknya keren, real hero dunia nyata. banyak rezeki bapak dari anak soleh,” ucap @Random Mobile Legends.
“Salut dengan jiwa toleransi mu bg, sesuatu yang di paksakan itu tidak lah baik, biarkan memilih .urusan keyakinan urusan diri dan tuhan,” timpal @UJUMAKI ASEP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: