Gudang pelabuhan Hindia Belanda kini telantar (Z Creators/Riki Ariyanto)
Selain menjadi ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru masih menyimpan banyak jejak sejarah era kolonial Belanda. Satu diantaranya yaitu bangunan tua yang berada di ujung Jalan Saleh Abbas, Pekanbaru. Kawasan gudang yang kini dibiarkan kosong itu dulunya merupakan pelabuhan kapal ini milik PT Pelabuhan Indonesia I (persero) atau biasa disebut Pelindo Lama.
Saat Tim Z Creators, Riki Ariyanto ke lokasi, terlihat sejumlah bangunan besar yang dulunya dijadikan gudang Pelindo. Bangunan-bangunan itu masih berdiri kokoh, ada nomor yang melekat di dinding bangunan. Sekitar dermaga enggak ada aktivitas, selain beberapa orang yang memancing. Rumput-rumput liar tumbuh subur, enggak terurus. Di kejauhan tampak sejumlah orang menaiki sampan kecil di Sungai Siak.
Padahal pelabuhan ini sempat berada di masa keemasan, dengan kesibukan kapal-kapal besar berlabuh untuk kemudian berlayar ke Tumasik atau Singapura. Belanda mendirikan pelabuhan ini pada tahun 1920 yang dikelola oleh perusahaan Haven Bedrijf.
Di lokasi ini pernah bersandar kapal-kapal dari Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) yaitu perusahaan pelayaran Belanda. Kapal-kapal ini memuat barang dan kekayaan alam dari Sumatera seperti Tapung, Payakumbuh, dan sebagainya untuk dibawa ke Singapura.
Dari foto dokumentasi Leiden, tampak kapal KPM tujuan Afrika Selatan dari Singapura singgah sebentar di Pelabuhan Pekanbaru ini. Setelah berbagai komoditas dan barang dimuat, kapal kembali berlayar melalui Selat Melaka.
Penguasa dari Belanda akan mengambil pungutan (cukai) untuk semua komoditas dan barang dagangan yang diangkut oleh kapal juga sampan. Pemerintah Hindia Belanda menunjuk seorang Ontvanger yang bertindak sebagai syahbandar (Haven Meester) tempat ini.
Kini pergudangan ini hanya menjadi saksi bisu kejayaan pusat perdagangan (Bandar) antara Pekanbaru ke Singapura. Daerah ini kini dikenal juga sebagai Kampung Bandar. Kabarnya pelabuhan lama ini bakal direvitalisasi.
Selain itu ada investor dari Malaysia yang tertarik menjadikan kawasan ini tempat pariwisata.
Sekarang untuk aktivitas pelabuhan kapal penumpang umum sudah berpindah ke pelabuhan Sungai Duku di Jalan Tanjung Datuk.
Artikel Menarik Lainnya:
Gokil! Cuma Modal Rp2 Juta, Iman Sukses Bikin Kedai Kopi Paling Ngehits di Pandeglang
Terungkap! Ternyata Begini Sejarah Apel di Indonesia Sampai Menjadi Ikon Kota Malang
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: