Penemuan kalender 2003 di rumah mewah terbengkalai milik Tiko dan Bu Eny (TikTok/dendenny128)
Media sosial dihebohkan dengan penemuan kalender tahun 2003 di rumah mewah milik Tiko dan ibundanya, ibu Eny. Kalender itu disebut-sebut menjadi bukti kalau rumah mewah yang berada di Cakung, Jakarta Timur tersebut sudah 20 tahun terbengkalai.
Dilihat dalam unggahan yang dibagikan akun TikTok @dendenny128, penemuan kalender tersebut ditunjukkan oleh Ketua Yayasan Bunda Milenial, Sisca Rumondor.
Baca juga: Terungkap! Tiko Pemilik Rumah Terbengkalai Selalu Menolak Bantuan, Karena Alasan Ini
Sisca mengatakan penemuan kalender itu menjadi salah satu bukti bahwa selama 20 tahun rumah Tiko dan ibunya tidak pernah disentuh oleh pihak luar.
"Ini adalah bukti kalender 2003, artinya selama 20 tahun tidak pernah disentuh oleh orang luar, hanya ibu Eny dan Tiko saja," ungkapnya dalam video yang dilihat Indozone, Sabtu (7/1/2023).
Ia pun mengungkap penemuan itu menjadi pertanda kalau inisiatif warga membersihkan rumah tersebut sangat tepat.
"Jadi untuk membuktikan bahwa apa yang kita lakukan membersihkan rumahnya selama 20 tahun tidak pernah disentuh oleh air." sambungnya.
Seperti diketahui, belakangan kisah Tiko viral dan mencuri perhatian publik. Pemuda itu disebutkan sudah 11 tahun merawat ibunya yang mengidap depresi di rumah mewah, kawasan Jakarta Timur.
Ia merupakan anak semata wayang Bu Eny Sukaesi yang kini sudah menginjak 23 tahun. Ia diketahui rela putus sekolah dan berhenti dari pekerjaan demi merawat sang ibu.
“Tanpa listrik dan dia hidup di rumah yang tidak layak huni sama sekali. Selama 11 tahun dia ikhlas dan sabar menjaga ibunya seorang diri,” ungkap YouTuber Bang Satria yang mengunjungi dan membantu Tiko.
Baca juga: Viral Kisah Pilu Tiko, 11 Tahun Merawat Ibu di Rumah Mewah Terbengkalai Tanpa Listrik
Selain itu, diketahui pula, kisah pilu Tiko dimulai sejak ayahnya pergi meninggalkan ibunya. Tiko merasakan ada keanehan terhadap kondisi sang ibu yang mulai kurang sehat dan suka berbicara sendiri.
Kendati begitu, Tiko tak putus asa untuk terus merawat ibunya. Dirinya bahkan sempat bekerja untuk menghidupi keluarganya dengan menjadi pedagang cilor.
Kini, ia dipercaya warga di lingkungan tempat tinggalnya untuk menjadi anggota petugas keamanan. Sementara rumah mewah miliknya yang terbengkalai juga sudah dibersihkan dan dipasangkan air dan listrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: