Pekerjaan Shoji Morimoto mungkin impian bagi banyak orang. Sebab ia dibayar untuk tak melakukan apa-apa.
Meski begitu, pekerjaan tersebut membuatnya sukses. Bahkan Morimoto menjadi seorang selebriti di Jepang.
Ia memiliki ratusan ribu pengikut di Twitter, tampil di sejumlah program televisi dan kisahnya di muat di sejumlah majalah hingga buku best seller.
Dikutip dari Japan Today, penduduk Tokyo, Jepang ini mematok biaya 10.000 yen per jam atau setara Rp1 juta bagi siapa saja yang ingin mempekerjakannya.
Tugasnya menemani klien ke mana pun tanpa melakukan hal khusus.
"Pada dasarnya, saya menyewakan diri sendiri. Pekerjaan saya adalah berada di mana pun klien saya menginginkan saya dan tidak melakukan apa pun secara khusus," kata Morimoto dalam suatu wawancara beberapa tahun lalu.
Ia juga mengaku dirinya telah menangani sekitar 4.000 sesi dalam lima tahun terakhir. Bahkan hampir seperempat juta pengikutnya di Twitter merupakan pelanggan tetap, termasuk yang telah mempekerjakannya 270 kali.
Tak melakukan apa pun bukan berarti Morimoto benar-benar tak berbuat sesuatu. Pekerjaan telah membawanya ke taman dengan seseorang yang ingin bermain di wahana semacam Dufan.
Ia juga tersenyum dan melambai di jendela kereta api pada orang asing yang menginginkan jasanya. Memindahkan lemari es dan pergi ke beberapa negara, seperti Kamboja.
Ia juga pernah duduk di depan Aruna Chida, seorang data analis berusia 27 tahun yang mengenakan sari, baju tradisional India, mengobrol ringan sambil minum teh dan kue.
Chida ingin mengenakan pakaian India di depan umum tetapi khawatir itu akan mempermalukan teman-temannya. Jadi dia menyewa Morimoto untuk jadi sahabatnya.
"Dengan teman-teman saya, saya merasa harus menghibur mereka, tetapi dengan tukang sewa (Morimoto), saya tidak merasa perlu untuk mengobrol," kata klien Morimoto itu.
Meski menemani kliennya kemana pun, Morimoto tidak menerima permintaan apa pun yang bersifat seksual.
Baca juga: Kisah Pria Jepang Nikahi Karakter Anime, Ogah Percaya Wanita karena Trauma Dihina
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: