Ilustrasi berpuasa (food.ubc.ca)
INDOZONE.ID - Setelah puasa Ramadhan terbitlah puasa syawal yang dijalankan sesuai Ramadhan berakhir. Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dijalankan selama 6 hari berturut-turut atau secara selang-seling.
Banyak keutamaan yang akan didapatkan dengan menjalankan puasa Syawal ini, salah satunya mendapat pahala setara puasa selama satu tahun penuh.
Untuk mengetahui pentingnya puasa ini, beberapa hadits puasa Syawal berikut bisa kamu pahami.
Puasa yang dapat dimulai pada hari kedua Idul Fitri ini merupakan upaya istiqomah dalam mengikuti ajaran Rasulullah Saw. Ibadah ini didasari oleh beberapa hadits. Berikut ini hadits puasa Syawal yang bisa kamu ketahui.
Puasa Syawal selama 6 hari didasarkan pada hadits dari Rasulullah SAW yang memiliki arti:
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim)
Selain hadits di atas, hadits dari An Nawawi dalam Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzab juga mengatakan sebagai beirkut:
"Fuqoha' kami menyatakan, dianjurkan berpuasa enam hari bulan Syawal secara berturut-turut di awal bulan Syawal. Namun jika dilakukan secara terpisah atau tidak dilakukan di awal Syawal tidaklah mengapa dan sudah teranggap melakukan sunnah ini karena keumuman makna hadis dan kemutlakannya. Tidak ada perbedaan pendapat di antara kami dalam masalah ini. Pendapat senada juga dinyatakan oleh imam Ahmad dan Daud."
Adapun hadits puasa Syawal lainnya yang menjelaskan tentang keutamaan daripada puasa Syawal yang memiliki arti:
"Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan." (HR Ibnu Majah).
Anjuran puasa Syawal pun diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan arti berikut:
"Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, "Puasalah di Bulan Syawal." Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. (HR Sunan Ibnu Majah)."
Selain hadits tersebut, hadits yang dinarasikan dari Thawban, seorang budak yang dibebaskan Rasulullah Saw, Nabi Muhammad Saw berkata:
"Siapa saja yang puasa enam hari setelah Idul Fitri akan berpuasa selama satu tahun tersebut, dengan satu kebaikan dihargai 10 kebaikan serupa." (HR Ibnu Majah).
Dilansir dari detik.com yang menyadur buku Rumedia-The Tausiyah oleh David Alvitri, disebutkan pula hadits tentang hukum berpuasa Syawal yang dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: