Ilustrasi overweight (medicalnewstoday.com)
Istilah obesitas dan overweight mungkin sudah cukup sering kita dengar. Sebagian besar orang menganggap dua istilah ini sama.
Padahal, obesitas dan overweight itu berbeda, meskipun sama-sama berkaitan dengan kegemukan pada seseorang.
Pada kenyataannya, orang gemuk tidak selalu dapat dikatakan mengalami obesitas.
Menurut para dokter, obesitas adalah kondisi gemuk (penumpukan lemak) berlebihan pada tubuh seseorang.
Obesitas disebut juga penyakit, yang jika dibiarkan akan menimbulkan masalah kesehatan fisik dan psikologis.
Seseorang dikatakan obesitas karena memiliki berat badan di atas normal menurut hitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Adapun panduan IMT untuk orang dewasa secara umum, sebagai berikut:
Bagi penderita obesitas biasanya memiliki gejala kondisi medis tertentu, meliputi:
Overweight atau kelebihan berat badan adalah kondisi berat badan (BB) seseorang melebihi BB normal sekitar 10-20%.
Namun, overweight sebenarnya bukan hanya soal kelebihan berat badan.
Ketika massa otot dalam tubuh semakin membesar, kondisi itu bisa juga disebut overweight.
Perlu kamu tau, jika overweight dibiarkan, inilah yang lama-kelamaan bisa memicu obesitas.
Lalu, di mana letak perbedaan antara obesitas dan overweight?
Bedanya overweight dan obesitas terletak pada body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh.
Berikut ini kategori berat badan berdasarkan BMI:
BMI dapat dihitung dengan cara membagi antara berat badan (kg) dan tinggi badan kuadrat (satuan meter).
Contoh:
Berat badan = 70 kg
Tinggi badan = 160 cm (1,6 m)
Maka, BMI = 70 : (1,6 x 1,6) = 70 : 2,56 = 27,3 (overweight)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: