Alat kesehatan (EMEDICINEHEALTH)
Pandemi Covid-19 membuat warga Indonesia cukup resah. Mereka yang panik berlebihan mendadak borong sejumlah alat kesehatan (Alkes) sampai stoknya habis di apotek.
Alat-alat kesehatan tersebut terdiri dari masker medis, masker N95, alkohol kadar 70-96 persen, hand sanitizer, termometer, hingga alkohol swab. Perlu diketahui, sebenarnya tidak semua alat kesehatan tersebut boleh digunakan masyarakat awam.
Ada tata cara penggunaan, cara menyimpan, khususnya tanggal kedaluwarsa yang jadi hal penting untuk diperhatikan. Sebab jika sembarangan memakainya, maka dampaknya tak bisa dianggap remeh.
Sejumlah alat-alat tersebut sebenarnya memiliki tanggal kedaluwarsa masing-masing tergantung jenisnya. Biasanya, anjuran pakai alat kesehatan tertera di kemasan produk.
Dilansir CPTMED, Selasa (24/3/2020 ada sejumlah faktor yang menentukan alat medis masih layak digunakan atau tidak.
Hal pertama adalah lihat kondisi fisiknya. Jika alat kesehatan kemasan atau labelnya sudah rusak, lebih baik jangan digunakan.
Alat kesehatan seperti alkohol mengandung bahan kimia yang bisa rusak seiring dengan waktu penyimpanan. Perhatikan jika alkoholnya berubah warna atau berbau aneh.
Itulah sebabnya alat kesehatan tidak boleh digunakan masyarakat awam tanpa pengetahuan medis. Sebab, alat-alat kesehatan ini umumnya harus disimpan dengan benar, steril agar aman digunakan. Faktor penyimpanan yang salah dapat membuat alat kesehatan itu dicemari kuman, virus dan bakteri dan membuatnya berbahaya jika digunakan dalam keadaan tidak steril.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: