Ilustrasi Morning Wood. (Unsplash/@charlesdeluvio)
Morning Wood atau dalam istilah kedokteran disebut nocturnal penile tumescence (NPT) merupakan kondisi dimana penis mengalami ereksi ketika seorang pria terbangun dari tidurnya di pagi hari.
Fenomena ini terjadi bukanlah efek dari menahan buang air kecil semalaman, tidak ada hubungannya antara menahan buang air kecil dengan Morning Wood karena ginjal memiliki mekanisme tersendiri untuk menahan buang air kecil.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Society for Endocrinology, fenomena Morning Wood terjadi karena pengaruh otak ketika berada di fase tidur Rapid Eye Movement akan membiarkan penis tetap lemas.
Pada kondisi ini otot akan menjadi rileks dan darah mengalir dengan sangat baik, termasuk aliran darah ke penis. aliran darah yang masuk ke penis akan terjebak di dalamnya dan membuat penis ereksi.
Meski sedang tertidur pulas, otak manusia masih bisa memberikan respon terhadap rangsangan fisik. Gesekan atau sentuhan pada penis yang terjadi secara tidak sengaja ketika tidur bisa menjadi penyebab terjadinya Morning Wood. Rangsangan fisik inilah yang direspon oleh otak dengan cara membuat penis menjadi ereksi meski sedang tertidur.
Pria-pria usia muda pada umumnya memiliki hormon testosteron yang tinggi sehingga memiliki libido yang lebih tinggi, hormon ini akan menurun ketika sudah berusia 40-50 tahun. Hormon testosteron ini akan memasuki fase dengan kadar tertinggi pada pagi hari, oleh sebab itu frekuensi penis ereksi pada pagi hari muncul. Ini juga bisa menjadi tolak ukur hormon testosteron kamu lho.
Fenomena penis ereksi ini tidak selalu terjadi di pagi hari, mungkin saja penis ereksi pada malam hari dan tidak kamu sadari. Namun kamu harus mewaspadai jika Morning Wood tidak terjadi selama berbulan-bulan.
Beberapa penyakit mungkin menjadi sebab kenapa kamu gak alami Morning Wood seperti testosteron rendah, depresi, stres kronis hingga penyakit-penyakit mendasar seperti penyakit jantung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: