Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 07 OKTOBER 2020 • 16:41 WIB

Penyakit Cacar (Smallpox): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Penyakit Cacar (Smallpox): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan PencegahanIlustrasi cacar (parents.com)

Cacar adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus variola (VARV), yang termasuk dalam genus Orthopoxvirus.

Penyakit cacar (smallpox) diperkirakan berasal dari Afrika timur laut pada 10.000 SM dan dari sana kemungkinan besar disebarkan ke India oleh pedagang Mesir kuno.

Bukti awal lesi kulit yang menyerupai cacar terlihat pada wajah mumi di Mesir kuno. Pada abad kelima dan ketujuh, cacar muncul di Eropa dan menjadi epidemi pada abad pertengahan.

Setiap tahun, 400.000 orang meninggal karena cacar dan sepertiga dari penyintas menjadi buta pada abad ke-18 di Eropa. Penyakit ini kemudian menyebar di sepanjang jalur perdagangan ke negara lain.

Penyebab dan Gejala Cacar (Smallpox)

Ilustrasi cacar (parenting.firstcry.com)

Penyakit cacar merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus variola. Variola berasal dari bahasa latin 'varius' yang berarti 'diwarnai' atau dari 'varus' yang berarti 'tanda pada kulit'.

Virus variola memiliki genom DNA beruntai ganda, yang berarti memiliki dua untai DNA yang dipelintir bersama dengan panjang 190 kbp. Poxvirus bereplikasi di sitoplasma sel inang daripada di inti sel yang rentan.

Gejala cacar umumnya ditandai dengan lepuh parah yang muncul secara berurutan dan meninggalkan bekas luka pada tubuh.

Lepuh parah tersebut berisi cairan bening dan nanah. Setelah sembuh, bekas cacar membentuk kerak yang akhirnya mengering dan rontok perlahan.

Setelah seseorang terinfeksi virus penyebab cacar, masa inkubasinya antara 7-19 hari (rata-rata 10-14 hari).

Selama periode ini, virus bereplikasi di dalam tubuh, tetapi seseorang biasanya tidak menunjukkan banyak gejala, bahkan mungkin terlihat biasa saja dan merasa sehat.

Kemudian pasca masa inkubasi, gejala awal cacar lainnya mulai muncul, seperti demam tinggi, muntah, sakit kepala, pegal-pegal, mudah merasa kelelahan, dan nyeri punggung parah.

Setelah gejala cacar tersebut, muncul ruam berupa bintik merah kecil di mulut dan lidah yang berlangsung selama kurang lebih empat hari.

Bintik merah kecil ini berubah menjadi luka dan menyebar ke mulut dan tenggorokan lalu ke seluruh bagian tubuh dalam waktu 24 jam. Kondisi ini biasanya berlangsung selama empat hari. 

Pada hari keempat, luka cacar tersebut terisi cairan kental hingga terbentuk koreng di atas benjolan yang berlangsung selama 10 hari.

Setelah itu koreng mulai rontok, meninggalkan bekas luka di kulit yang berlangsung sekitar 6 hari. Lalu setelah semua korengnya terlepas, orang tersebut tidak lagi menular.

Pengobatan dan Pencegahan Cacar

Ilustrasi cacar (parents.com)

Tidak ada obat untuk penyakit cacar, tetapi vaksinasi cacar dapat melindungi seseorang dari cacar selama tiga sampai lima tahun. Setelah itu tingkat perlindungannya akan menurun.

Vaksinasi booster diperlukan untuk perlindungan jangka panjang dari cacar. Vaksin cacar terbuat dari virus vaksinia, virus pox yang mirip dengan penyakit cacar. Vaksin tersebut mengandung virus vaksinia hidup, dan bukan virus yang dimatikan atau dilemahkan.

Melalui jarum suntik, vaksin cacar diberikan untuk proteksi diri. Vaksin biasanya diberikan di lengan atas dan jika vaksinasi berhasil, akan timbul luka merah dan gatal di area yang divaksinasi, sekitar tiga sampai empat hari berikutnya.

Selama minggu pertama, luka menjadi lepuh berisi nanah dan keluar cairan. Kemudian pada minggu kedua, luka tersebut mengering dan mulai membentuk koreng. Lalu di minggu ketiga, koreng perlahan rontok dan meninggalkan bekas luka di kulit.

Untuk diketahui, vaksin harus diberikan sebelum seseorang tertular virus dan dalam tiga sampai tujuh hari setelah terpapar virus. Namun, vaksin tersebut tidak akan melindungi seseorang apabila ruam cacar sudah muncul di kulit.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
BERITA TERBARU

Penyakit Cacar (Smallpox): Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!