Ilustrasi Menyusui (Photo/istock/arto_canon)
Air Susu Ibu atau ASI memiliki segudang manfaat untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi.
Tak heran jika ibu menyusui akan khawatir jika ASI yang dihasilkan tidak mencukupi.
Makanan pelancar ASI dapat dikonsumsi oleh ibu menyusui agar ASI kembali lancar.
Penting juga memilih makanan untuk ibu menyusui yang bernutrisi sebagai sumber energi tambahan saat sedang menyusui.
Sebelum mengetahui makanan penambah ASI apa saja yang sebaiknya dikonsumsi ibu menyusui, berikut ini Indozone bagikan penyebab ASI tidak lancar yang perlu diketahui.
Kurang istirahat
Mengalami stres
Menjalani diet
Pilihan KB yang salah
Merokok
Pemberian ASI dengan susu formula
Kini para ibu menyusui tak perlu bingung menentukan makanan pelancar ASI yang enak dan bernutrisi.
Berikut Indozone bagikan delapan makanan pelancar ASI untuk ibu menyusui yang bisa menjadi inspirasi.
Bayam menjadi makanan pelancar ASI yang sangat baik dikonsumsi oleh ibu menyusui.
Bayam kaya akan nutrisi seperti protein, fosfot, kalsium, serat, karotein dan vitamin.
Bayam juga diketahui mengandung zat besi yang dapat mengatasi anemia setelah pendarahan pasca melahirkan.
Sebagai salah satu sayuran hijau, fitoestrogen pada bayam terbukti meningkatkan produksi ASI.
Kacang hijau juga menjadi makanan yang baik untuk memperlancar ASI pada ibu hamil.
Kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi pada kacang hijau baik untuk memproduksi ASI lebih banyak.
Kacang hijau juga kaya akan kalsium, fosfot, zat besi, lemak tak jenuh dan beragam vitamin.
Selain baik bagi ibu menyusui, kacang hijau juga bisa meningkatkan kecerdasan otak bayi, loh!
Bukan rahasia lagi jika daun katuk dapat membuat produksi ASI menjadi lebih deras.
Hal ini disebabkan oleh kandungan laktagogum dan prolaktin yang dapat melancarkan ASI.
Zat besi yang terdapat pada daun katuk juga berperan untuk menambah energi pada ibu menyusui.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menerbitkan pentingnya daun katuk bagi ibu menyusui, loh!
Makanan pelancar ASI lainnya yang jarang diketahui ibu menyusui yakni beras merah.
Kalori pada beras merah mampu membuat ASI yang diproduksi menjadi lebih berkualitas.
Beras merah juga mengandung karbohidrat kompleks yang memberi energi lebih banyak untuk menyusui.
Beras merah termasuk kategori gandum utuh sehingga nutrisinya tidak terbuang dan lebih bermanfaat bagi ibu menyusui.
Makanan pelancar ASI bagi ibu menyusui yang dapat dijadikan pilihan yakni daging.
Pilihlah daging sapi rendah lemak karena kaya akan protein, zat besi, dan vitamin B12.
Protein pada daging berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Mengonsumsi daging sapi juga dapat meningkatkan kualitas ASI dan memberikan sumber energi.
Salmon juga menjadi makanan yang dapat melancarkan produksi ASI bagi ibu menyusui.
Kandungan omega-3 dan DHA pada salmon sangat baik untuk perkembangan otak bayi.
Lemak tak jenuh pada salmon juga mampu meningkatkan hormon laktasi untuk melancarkan ASI.
Tak hanya itu, salmon pun tinggi protein dan vitamin B12 yang dapat mencegah depresi setelah melahirkan.
Buah yang sebaiknya dikonsumsi oleh ibu menyusui adalah alpukat.
Alpukat mengandung lemak sehat sebanyak 80%, sehingga membuat perut kenyang lebih lama.
Alpukat juga merupakan sumber asam folat, potassium, dan berbagai vitamin penting lainnya.
Selain itu, alpukat juga menutrisi otak bayi dan meredakan stres yang menghambat produksi ASI pada ibu menyusui.
Makanan yang kaya akan kalsium seperti susu sangat disarankan dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.
Kalsium diketahui dapat merangsang produksi ASI sehingga lebih lancar.
Susu juga mengandung protein, vitamin B serta vitamin D yang mendukung kualitas ASI.
Mengonsumsi susu akan meminimalisir risiko pengeroposan tulang bagi ibu menyusui.
Nah, itulah makanan pelancar ASI yang cocok dikonsumsi oleh para ibu menyusui. Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui juga berarti mendukung perkembangan bayi. Selamat mencoba!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: