Ilustrasi obat. (Pexels/Pixabay)
Penyalahgunaan narkoba masih sering dilakukan, baik oleh anak remaja maupun orang dewasa. Padahal, penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep dokter dapat membahayakan kesehatan jangka panjang.
Dilansir dari Medicalnewstoday, Senin (4/10/2021), berikut beberapa efek jangka panjang mengonsumsi narkoba:
Stimulan, seperti kokain dan metamfetamin dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Penggunaan jangka panjang obat ini dapat menyebabkan penyakit arteri koroner, aritmia, dan serangan jantung.
Obat-obatan yang diisap atau dihirup dapat merusak sistem pernapasan dan menyebabkan infeksi serta penyakit pernapasan kronis. Opioid memperlambat pernapasan seseorang yang pada akhirnya menyebabkan pernapasan lambat atau mendengkur berat. Bahkan, seseorang dapat berhenti bernapas sepenuhnya jika mengonsumsi opioid dalam dosis besar atau jika meminumnya bersama obat lain seperti obat tidur atau alkohol.
Saat mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter, ginjal menyaring kelebihan mineral dan produk limbah dari darah. Heroin, ketamin, dan cannabinoid sintetis dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau gagal ginjal.
Penggunaan obat-obatan dan alkohol kronis dapat merusak sel-sel hati, menyebabkan peradangan, jaringan parut, dan bahkan gagal hati.
BACA JUGA: Putra Shah Rukh Khan Digerebek, Ini Dampak Buruk Penyalahgunaan Narkoba pada Tubuh
Mengonsumsi terlalu banyak obat-obatan bersama-sama dapat menyebabkan overdosis. Di Amerika Serikat, CDC mengatakan bahwa overdosis obat menyebabkan 67.367 kematian pada tahun 2018.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: