Ilustrasi makan. (Pexels/Andrea Piacquadio)
Menyantap makanan dan minuman tak higienis dan mengandung bakteri Salmonella thyphi dapat menyebabkan seseorang mengalami demam tifoid.
Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia, dr. Suzy Maria, Sp.PD, K-AI mengatakan bakteri yang mengontaminasi makanan iniawalnya menginfeksi saluran cerna, lalu menyebabkan munculnya gejala-gejala khas demam tifoid pada tubuh.
"Kuman Salmonella thyhpi akan menginfeksi saluran cerna, masuk ke aliran darah dan terjadilah gejala demam. Masuknya lewat saluran cerna tetapi gejalanya bisa satu badan," kata Suzy dikutip dari Antara, Kamis (11/11/2021).
Bukan hanya dari makanan atau minuman, tangan yang terkontaminasi bakteri lalu mengontaminasi makanan juga dapat menjadi penyebab penularan. Seseorang yang terinfeksi nantinya menularkan bakteri melalui feses atau kotorannya dan bisa menginfeksi orang lain.
Gejala yang dialami sangat bervariasi mulai dari ringan hingga berat yang mengancam jiwa. Pasien umumnya mengalami mual, muntah, diare, diare berdarah, sulit buang air besar (BAB), lemas, demam yang semakin hari semakin tinggi, batuk kering.
Gejala lainnya adalah kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan muncul ruam pada kulit berupa bintik berwarna merah.
"Kalau (kategori) berat bisa bocor di usus, zat-zat racun sampai ke otak, orangnya sampai tidak sadar," kata Suzy.
BACA JUGA: 5 Penyakit Baru yang Disebabkan Terlalu Sering Main Smartphone
Di sisi lain, ada juga orang yang semata menjadi pembawa (carrier) dan tidak mengalami gejala apapun namun tubuhnya sudah terkontaminasi bakteri penyebab demam tifoid.
Bila penyakit ini tak segera ditangani secara benar maka bisa menyebabkan kematian. Angka fatalitas akibat demam tifoid sekitar 1 persen. Suzy mengatakan, sebanyak 600-1500 kasus kematian akibat demam tifoid yang terlanjur mengalami komplikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: