Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 03 FEBRUARI 2022 • 00:05 WIB

Bos BUMD Tangerang Syaefunnur Maszah Pamer Uang Ditaruh di Piring, Apakah Gangguan Mental?

Bos BUMD Tangerang Syaefunnur Maszah Pamer Uang Ditaruh di Piring, Apakah Gangguan Mental?Tangkapan layar Syaefunnur Maszah saat memamerkan uang. (Istimewa)

Nama Direktur Utama Perumda Pasar Niaga Kerja Raharja (salah satu perusahaan milik BMUD Kabupaten Tangerang), Syaefunnur Maszah menjadi sorotan publik usai videonya saat memamerkan bergepok-gepok uang di TikTok viral di media sosial dalam beberapa jam terakhir.

Dalam video yang beredar, terlihat Syaefunnur memamerkan uang dengan cara menciduk satu per satu tumpukan uang pakai sendok dan garpu, lalu menaruhnya di atas piring layaknya orang saat makan nasi. 

Tangkapan layar Syaefunnur Maszah saat memamerkan uang. (Istimewa)

Begitu video itu viral, Syaefunnur itu langsung menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatannya kepada Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar. Ia juga meminta maaf atas tindakannya itu.

"Saya menyesal dan itu benar-benar accident," katanya kepada wartawan di Tangerang, Rabu (2/2/2022).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by memomedsos (@memomedsos)

Tindakan pejabat dan publik figur yang pamer uang di media sosial seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Lantas, apakah tindakan seperti ini tergolong gangguan mental?

Menurut psikolog dari Universitas Indonesia, A Kasandra Putranto, fenomena pamer uang di media sosial dapat menimbulkan dampak buruk secara psikologis.

Menurutnya, fenomena itu ramai di media sosial akibat ulah sebagian masyarakat yang berlomba-lomba mengejar ketenaran dan keberuntungan.

"Pada dasarnya, di masa kini, semua orang berlomba-lomba mengejar fame and fortune (ketenaran dan keberuntungan). Berbagai upaya dimaksimalkan untuk menggapai cita-cita tersebut di era digital ini," kata Kasandra saat menanggapi fenomena  pamer saldo tabungan ATM di medsos, dikutip dari Antara.

Syaefunnur Maszah saat menyampaikan klarifikasi. (Istimewa)

Di sisi lain, pamer kekayaan, termasuk pamer uang, dapat digolongkan ke dalam gangguan mental yang disebut sebagai histrionik.

Dilansir hellosehat, perilaku histrionik adalah sebuah gangguan kepribadian yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan memahami citra dirinya sendiri.

Penderita histrionik cenderung membutuhkan pengakuan dan pujian dari orang lain sebagai tolak ukur untuk menilai dirinya sendiri. Akibatnya, orang tersebut jadi haus akan perhatian. Dia pun akan melakukan berbagai cara agar keberadaan atau pengaruhnya diakui oleh orang lain, misalnya dengan bersikap dramatis atau berlebihan.

Para pakar psikologi sepakat bahwa perilaku histrionik bukanlah sebuah gangguan yang cukup serius atau berbahaya. Penderita histrionik justru biasanya pandai bersosialisasi dan membangun relasi dengan orang baru. Namun, pada beberapa kasus, penderita histrionik akut bisa mengalami depresi dan gangguan waham (delusi).

Hingga saat ini, penyebab pasti kelainan perilaku histrionik pada seseorang belum ditemukan. Akan tetapi, para peneliti mengamati bahwa gangguan kepribadian ini bisa muncul baik karena faktor biologis maupun karena faktor lingkungan. Faktor biologis biasanya dipengaruhi oleh genetik. Jika dalam keluarga seseorang ada riwayat kelainan perilaku histrionik, dirinya pun jadi lebih berisiko menderita kelainan tersebut.

Sementara itu, peran lingkungan biasanya lebih mudah untuk diamati dalam munculnya kelainan perilaku histrionik. Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh kelainan perilaku histrionik bisa dipelajari dan ditiru oleh seorang anak dari sosok yang membesarkannya seperti orang tua atau pengasuh.

Kelainan perilaku histrionik sulit untuk disembuhkan karena biasanya si penderita akan menolak penyembuhan. Dia tak akan mengakui dengan mudah bahwa dirinya mengidap sebuah kelainan perilaku, bukan sekadar suka cari perhatian. Namun, biasanya semakin penderita histrionik beranjak dewasa, dia pun semakin bisa mengendalikan gejalanya.

Perawatan yang disarankan bagi orang dengan kelainan perilaku histrionik biasanya berupa psikoterapi. Psikoterapi ini umumnya berjalan dalam jangka waktu yang cukup lama sampai penderita histrionik bisa menilai dirinya sendiri tanpa pengakuan dari orang lain. 

Artikel Menarik Lainnya:

3 Kisah Aneh dari Sejarah Pemakaian Ganja, Salah Satunya Dianggap Bisa Meramal Cinta

Terungkap! Ini Alasan Randa Septian Konsumi Ganja di Bali Bareng Temannya

Aktor Randa Septian Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba di Bali

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bos BUMD Tangerang Syaefunnur Maszah Pamer Uang Ditaruh di Piring, Apakah Gangguan Mental?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!