Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 09 APRIL 2022 • 12:46 WIB

Banjir Air Mata, Raisa Ngaku Kena Post-Series Depression Syndrome, Apa Penyebabnya?

Banjir Air Mata, Raisa Ngaku Kena Post-Series Depression Syndrome, Apa Penyebabnya?Raisa sedih usai nonton drakor (Twitter/raisa6690)

Baru-baru ini penyanyi kenamaan Raisa Andriana mengaku mengalami post-series depression syndrome atau PSD. Istri Hamish Daud itu tampak mengunggah cuitan di akun Twitter pribadinya yang berisikan ungkapan kesedihan setelah menonton Drama Korea (Drakor) Snowdrop.

“Hampa bgt setelah semalem tamatin Snowdrop. Gatau harus ngapain sekarang,” tulisnya di akun @raisa6690.

Di unggahan selanjutnya, Raisa juga membagikan foto bekas selimutnya yang basah karena kena air matanya dan sebuah screenshot tentang post-series depression syndrome.

Rupanya ibu satu anak itu mengalami mengalami depresi setelah menonton drakor. Raisa merasakan perasaan hampa dan enggak menerima saat drakor Snowdrop sudah tamat.

Lantas apa sebenarnya post-series depression syndrome itu?

Menurut Urban Dictionary, Post-Series Depression Syndrome atau PSD merupakan kesedihan yang dirasakan setelah membaca atau menonton serial atau cerita panjang. 

Di mana seseorang merasakan perasaan hampa saat mengetahui cerita telah tamat, padahal masih ingin menonton kelanjutannya.

Baca juga: Gak Perlu Batal, Ini 4 Cara Mengatasi Cegukan saat Puasa

Sementara itu, mengutip dari Very Well Mind, spesialis gangguan kecemasan sekaligus pendiri California OCD and Anxiety Treatment Center, Kevin Foss mengatakan bahwa menamatkan cerita atau serial seperti mengalami putus cinta. 

Secara tidak sadar, penonton tenggelam di dalam alur, seperti ikut menjadi karakter yang tumbuh seiring berkembangnya cerita. Maka ketika cerita telah mencapai ending, penonton seolah harus mengucapkan selamat tinggal. 

Akibatnya muncul perasaan sedih bagai kehilangan teman dekat.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dikutip dari Melmagazine, psikolog klinis Margaret Rutherford mengatakan bahwa sisi fiksional dan fantastis dari sebuah novel atau film membuat kehidupan nyata jadi terasa bosan dan suram.

Apabila dibiarkan, seseorang akan terjebak dalam fantasi mengenai akhir cerita terlalu lama dan enggan melakukan rutinitas normal seperti sedia kala.

Contohnya pada drama Snowdrop, yang mampu membuat penontonnya luar biasa galau. Banyak penonton drakor yang dibintangi Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae-In itu tidak ingin bekerja dan sekolah karena terlalu dirundung kesedihan.

Meski kelihatan sepele, fenomena PSD berbahaya dan bisa mengganggu kegiatan sehari-hari.   

Cara mengatasi 

Melansir The Daily Cal, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi perasaan sedih dan hampa yang dirasakan setelah nonton film: 

1. Mendiskusikan dengan orang lain

Ilustrasi berdiskusi (Unsplash/Pheelings Media)

Bergabunglah dengan komunitas sesama pencinta buku atau film. Dengan bertemu orang yang memiliki ketertarikan sama, seseorang bisa membagikan perasaan tentang bagaimana film tersebut berakhir, adegan yang disukai, dan karakter favorit.

2. Menonton atau membaca ulang bagian favorit

Ilustrasi menonton (Unsplash/AntonioGuillem)

Dengan menonton potongan adegan yang disukai, seseorang bisa mengobati rasa rindu setelah menyelesaikan serial. 

Begitupun sama halnya dengan novel, seseorang juga bisa mengulang membaca dari awal dan merasakan euforia seolah baru pertama kali.

3. Mencari tontonan atau bacaan baru

Ilustrasi membaca buku (Unsplash/somethingway)

Memang awalnya sulit, akan tetapi cobalah untuk mencari rekomendasi buku atau film yang memiliki tema serupa atau jauh lebih menarik dari sebelumnya.

4. Melalui waktu untuk hobi

Ilustrasi melakukan hobi (Unsplash/itakayuki)

Jika masih banyak waktu luang, sebaiknya gunakan waktu tersebut untuk melakukan kegiatan produktif untuk mengatasi perasaan hampa tersebut.   

 

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Banjir Air Mata, Raisa Ngaku Kena Post-Series Depression Syndrome, Apa Penyebabnya?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!