Mieke Wijaya (Instagram/miekewijaya.z)
Artis senior, Mieke Wijaya menghembuskan napas terakhir pada Rabu (4/5/2022) dini hari WIB. Ibu tiga anak itu meninggal dunia akibat penyakit diabetes dan kanker yang dideritanya.
Kabar berpulangnya Mieke sendiri disampaikan langsung oleh putrinya, Nia Zulkarnaen. Menurut Nia sang ibu sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia pada usia 82 tahun.
"Sempat sakit 1 bulan ya dirawat di RSPAD Gatot Soebroto selama bulan puasa ya. Mungkin udah takdirnya di usia 82 tahun,” katanya.
Mengenai sakit yang diderita Mieke, Nia hanya menyampaikan bahwa ibundanya memang memiliki riwayat diabetes yang kemudian berujung kanker.
“Mama itu awalnya dari diabetes, akhirnya ada kanker," sambungnya.
Lantas bagaimana sebenarnya diabetes hingga bisa memicu kanker?
Mengutip dari KlikDNA, diabetes merupakan penyakit kronis berbahaya yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif.
Penyakit ini dianggap berbahaya karena jumlah penderitanya selalu meningkat dari tahun ke tahun dan menyebabkan banyak komplikasi.
Menurut dr. Indra Wijaya, M.Kes, Sp.PD-KEMD, FINASIM, jika penyakit diabetes tidak terkontrol, maka penderita akan mempunyai risiko untuk terkena penyakit lainnya.
“Anda punya risiko stroke, gangguan gigi, gangguan syaraf, kesemutan, gangguan ginjal, gangguan jantung, serangan jantung. Bahkan menurut penelitian 25% - 30% penderita diabetes mengalami gangguan mata hingga kebutaan,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengungkap diabetes juga dapat memicu penyakit mematikan seperti kanker.
“Maka jangan heran kalau diabetes dikenal sebagai induk dari berbagai penyakit, karena menyebabkan berbagai komplikasi serius,” sambungnya.
Sementara itu, menurut Klikdokter, penderita diabetes memang lebih rentan terserang kanker.
Hal ini terbukti berdasarkan studi yang dimuat dalam JAMA Oncology 2018. Dimana ada 524.089 pria dan wanita berusia 20-70 tahun yang semuanya tidak memiliki riwayat diabetes maupun kanker pada awal studi.
Namun selama 10 tahun masa studi, 15.130 subjek mengalami kanker dan 26.610 subjek mengalami diabetes. Dari hasil ini, didapat bahwa secara umum kanker meningkatkan risiko diabetes sebesar 35%.
Baca juga: Sempat Diidap Kiki Fatmala, Apa Penyebab dan Gejala Kanker Paru Stadium 4?
Berdasarkan jenis kankernya, risiko diabetes ditemukan tertinggi pada penderita kanker pankreas, dimana angkanya mencapai lima kali lipat.
Secara teori, fungsi pankreas yang menurun akibat kanker akan menurunkan produksi dan efektifitas kerja hormon insulin sehingga kontrol gula darah terganggu.
Selain itu, risiko diabetes meningkat hingga dua kali lipat pada penderita kanker ginjal dan hati, antara 60-80% pada penderita kanker payudara, darah, paru, dan empedu, serta sekitar 33-35% pada penderita kanker tiroid dan lambung.
Studi ini juga menemukan peningkatan risiko diabetes pada penderita kanker testis dan otak, tetapi hasilnya tidak bermakna. Sedangkan kanker yang ditemukan tidak meningkatkan risiko diabetes, yakni kanker rahim, ovarium, kepala leher, esofagus dan prostat.
Kanker dan diabetes kerap muncul bersamaan. Faktanya, sekitar 8-18% individu yang mengalami kanker juga memiliki diabetes. Sebagian besar mengalami diabetes terlebih dulu sebelum kanker.
Sebagian lain baru tahu dirinya mengalami diabetes setelah kanker terdiagnosis atau selama pengobatan kanker.
Hasil studi menunjukkan adanya peningkatan risiko diabetes yang tertinggi dalam 2 tahun setelah kanker terdiagnosis. Salah satu sebabnya adalah efek pengobatan kanker yang biasanya merupakan kombinasi dari kemoterapi dan kortikosteroid.
Kortikosteroid yang diberikan untuk mengurangi efek mual dari kemoterapi, tetapi memiliki efek samping meningkatkan kadar gula darah.
Sementara itu, penyakit kanker itu sendiri juga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan risiko diabetes, karena kanker menyebabkan perubahan metabolisme tubuh. Salah satunya memicu resistensi insulin sehingga kadar gula darah meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: