Ilustrasi denyut nadi. (Pixabay/kian2018)
Denyut nadi ialah ukuran untuk mengetahui berapa kali pembuluh darah arteri mengembang dan berkontraksi dalam satu menit sebagai respons terhadap detak jantung.
Melalui denyut nadi, kita bisa tahu detak jantung, irama jantung, hingga kekuatan jantung. Itu artinya dengan memeriksa denyut nadi bisa mengetahui apakah jantung bekerja dengan baik atau tidak.
Selain itu, memeriksa denyut nadi juga membantu kita menemukan masalah kesehatan yang sedang dialami. Misalnya saja, denyut nadi yang lebih cepat disebabkan oleh anemia, demam, beberapa jenis penyakit jantung atau pemakaian obat-obatan tertentu.
Baca juga: Detak Jantung Normal Orang Dewasa, Lansia, dan Anak-Anak
Sedangkan denyut nadi lambat dapat menunjukkan penyakit atau obat-obatan yang berhubungan dengan penyakit jantung.
Nah, lantas bagaimana cara mengetahui denyut nadi seseorang normal?
Denyut nadi setiap orang berbeda-beda, tergantung beberapa faktor yang mempengaruhi, seperti usia, suhu udara, aktivitas fisik, posisi tubuh, emosi, ukuran tubuh, tingkat kebugaran dan konsumsi obat-obatan tertentu.
Berikut ini jumlah denyut nadi normal berdasarkan usia:
Denyut nadi bayi memang cenderung lebih tinggi dibanding dengan orang dewasa, ini karena kebutuhan suplai darah bayi lebih banyak, sehingga jantung harus bekerja lebih keras dan berdetak lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan.
Namun, denyut nadi tersebut bisa berubah tergantung pada aktivitas dari bayi atau anak, semakin aktif anak maka denyut nadi akan meningkat tajam. Begitu juga saat anak sakit atau dehidrasi.
Terdapat beberapa titik pada tubuh untuk mengetahui denyut nadi seseorang, mulai dari pergelangan tangan, siku bagian dalam serta sisi leher bagian bawah.
Hanya saja, paling mudah untuk kamu temukan ialah pergelangan tangan. Berikut ini cara mengukur denyut nadi melalui pergelangan tangan:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: