Kasus COVID-19 di Indonesia kembali melonjak. Bahkan dalam empat hari terakhir penambahan kasus berada di atas 1.000 per hari.
Hal ini berdasarkan data yang dilaporkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 . Di mana pada Rabu (15/6) dan Kamis (16/6), tambahan harian positif COVID-19 ada 1.242 dan 1.173 kasu baru.
Pada Jumat (17/6), penambahan juga menyentuh angka 1.220 kasus baru. Lalu Sabtu (19/6/2022) tercatat ada sebanyak 1.264 kasus baru.
Baca juga: Gawat! Pakar Sebut BA.4 & BA.5 Berpotensi Picu Gelombang Baru, Apa Vaksin Tak Cukup Ampuh?
Kenaikan kasus ini berkaitan dengan kemunculan BA.4 dan BA.5. Subvarian Omicron tersebut disebut-sebut lebih cepat menyebar dan ‘kebal’ terhadap perlindungan akibat infeksi sebelumnya.
Meski begitu, Dokter dan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Syahril mengungkap masyarakat tidak perlu panaik.
Pasalnya varian baru ini tetap dapat ditekan penyebarannya dengan cara pencegahan yang sama.
"Tidak usah permasalahkan variannya, karena protokolnya sama, pencegahannya sama," ucap Syahril dalam Siaran Sehat Radio Kesehatan Kemenkes RI, beberapa waktu lalu.
Syahril menyebut jika terpapar varian ini masyarakat hanya perlu menjalankan protokol yang sudah ada dan tidak panik.
"Tapi tidak boleh lengah dan harus waspada. Penting untuk tetap tenang, tidak cemas, jangan panik, karena kita punya pengalaman menghadapi varian baru COVID-19," bebernya.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro menyebut protokol kesehatan (prokes) adalah kunci untuk menghadapi infeksi virus COVID-19 apa pun subvariannya.
"Meskipun banyak varian baru kalaupun dia bermutasi jadi varian baru di kemudian hari, sebenarnya kita sudah belajar kunci kesehatannya, dengan prokes dan vaksinasi. Ini harus dilakukan, dilaksanakan, dan disiplin, apapun variannya pencegahannya tetap sama," ungkapnya.
Adapun protokol kesehatan yang harus dijalankan untuk mencegah varian ini di antaranya rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, memakai masker, menjaga jarak sosial, mengurangi mobilitas, dan vaksinasi.
"Jangan lupa vaksinasi lengkap plus booster. Tidak perlu pilih-pilih vaksin, semuanya sama saja. Vaksin booster ini berguna untuk meningkatkan kembali memori antibodi terhadap virus jadi akan menurunkan risiko terpapar dan juga menurunkan risiko gejala berat jika terinfeksi,” bebernya lagi.
Selain itu, perlu diketahui mutasi Omicron BA.4 dan BA.5 memiliki karakteristik yang berbeda dengan sub varian sebelumnya. Subvarian ini memiliki karakteristik immune escape atau bisa kabur dari antibodi COVID-19 dan juga menyebar lebih cepat.
"Virus ini bermutasi terus, jadi kita udah terbiasa dengan mutasi ini. Dan ini merupakan hal alami dari mahluk hidup dan sekarang masuk subvarian BA.4 dn BA.5.”
"Kabar baiknya, BA.4 dan BA.5 lebih cepat penularan tapi tingkat keparahan lebih rendah, gejala ringan atau tak ada gejala. Harapannya tidak banyak yang masuk rumah sakit dan tidak ada yang meninggal," pungkas dr. Reisa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: