Ilustrasi merkuri atau air raksa (en.wikipedia.org)
Merkuri adalah jenis logam yang banyak ditemukan di alam, senyawa anorganik dan organik ini tersebar di bebatuan, biji tambang, tanah, air hingga udara. Merkuri juga disebut sebagai air raksa (Hg).
Seseorang yang kontak dengan logam ini dapat mengalami dampak buruk hingga penyakit berbahaya. Ini karena merkuri merupakan neurotoksin atau racun yang menyerang sistem saraf. Oleh karenanya merkuri dilarang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk
Tak hanya itu, terdapat bahaya mekuri lainnya yang perlu kamu ketahui beserta gejalanya jika kamu terpapar merkuri ini. Berikut ulasannya!
Tak dapat dipungkiri, meskipun dilarang, merkuri masih banyak ditemukan pada produk kosmetik hingga makanan. Bahaya yang dialami pun berbeda-beda jika merkuri tersebut tersentuh pada kulit, tertelan, hingga terhirup. Berikut ini bahaya merkuri, seperti dilansir dari hellosehat.
Jika merkuri terhirup, menurut United States Environmental Protection Agency (EPA), manusia akan terdampak bahaya yang menimbulkan penyakit, seperti insomnia, sakit kepala, respon saraf berubah, masalah emosional, gangguan sensasi tubuh, fungsi mental menurun, gagal pernapasan, hingga kerusakan ginjal.
Merkuri yang tertelan biasanya bersumber dari makanan yang mengandung merkuri tinggi, seperti kerang, hiu, todak, dan tuna sirip kuning, akan membuat seseorang keracunan makanan.
Beberapa bahaya yang timbul adalah seperti masalah pencernaan, peradangan mukosa rongga mulut, perdarahan pada saluran cerna, gastritis atau radang lambung.
Banyaknya penyebaran produk perawatan kulit dengan klaim pemutih kulit, nyatanya di dalamnya terkandung merkuri yang tinggi. Jadi, secara tidak langsung, merkuri telah menempel di kulit dan membuat lapisan kulit semakin menipis jika tersentuh.
Bahayanya merkuri jika terkena kulti adalah, kulit dapat menjadi ruam, dermatitis, kulit mengelupas, hingga mati rasa pada kaki, tangan, dan sekitar mulut.
Jika merkuri terpapar pada anak dan janin, satu hal yang akan dirasakan adalah sang anak atau janin akan terganggu pertumbuhan otak dan sistem sarafnya. Tentu, ini berkali-kali lipat lebih bahaya daripada terpapar pada orang dewasa.
Sebelum bahaya tersebut menyerang, adapun gejala yang akan dirasakan terlebih dahulu. Gejala terpapar merkuri pada orang dewasa dan anak-anak tentu berbeda. Berikut ini gejalanya.
Pada orang dewasa, gejala keracunan merkuri secara umum adalah sebagai berikut:
Di lain sisi, pada anak dan janin, gejala keracunan merkuri secara umum adalah sebagai berikut:
Adapun jika pada bayi, selama 2 sampai 4 minggu kemudia akan muncul perbuhan tanda-tanda berikut ini:
Itulah beberapa beberapa hal terkait apa itu merkuri beserta bahaya dan gejalanya bagi dewasa dan anak-anak. Selalu hati-hati dan pastikan saat mengonsumsi, memakai, hingga menghirup sesuatu. Pastikan barang dan hal tersebut aman, sehingga tidak akan berdampak buruk pada kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: