INDOZONE.ID - Minuman alkohol dapat menimbulkan efek jangka pendek bagi otak. Apakah kamu tahu?
Seperti yang kita tahu, alkohol memang sudah mendarah daging dalam budaya negara Barat. Namun, pada kenyataannya di Indonesia juga banyak orang-orang yang mengkonsumsi minuman beralkohol.
Alkohol bukanlah kandungan yang baik untuk dicerna oleh tubuh, apabila kamu mengonsumsinya tanpa takaran yang jelas dan berlebihan. Selain itu, alkohol juga punya dampak buruk tersendiri bagi otak, seperti yang dijelaskan berikut ini.
Baca juga: Iklan Minuman Beralkohol di Kota Jambi Resahkan Warga, Melanggar Perda Nomor 7 Tahun 2010
1. Neurotransmiter
Minum alkohol mengubah tingkat neurotransmiter di otak, kata Maria Pagano PhD, seorang peneliti kecanduan dan profesor psikiatri di Case Western Reserve University School of Medicine.
"Sebagai permulaan, alkohol memperlambat neurotransmitter GABA, dan itulah yang mendorong gerakan lamban, bicara cadel, dan waktu reaksi yang lebih lambat pada seseorang yang mabuk." Kata Pagano, dikutip melalui Health.
2. Kesadaran
Alkohol juga menurunkan hambatan dan mengaburkan kesadaran, yang dapat menyebabkan seseorang terlibat dalam perilaku berisiko seperti melakukan hubungan seks tanpa kondom atau mengendarai mobil saat mabuk.
Jika seseorang yang mengkonsumsi alkohol memiliki gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau, gangguan bipolar, alkohol dapat memperburuk gejala dan meningkatkan perubahan suasana hati.
3. Ingatan
Dalam kasus yang paling ekstrem, minum terlalu banyak alkohol terlalu cepat dapat menyebabkan menurunkan kinerja otak untuk mengingat sesuatu.
"Kami khawatir tentang itu karena alasan keamanan, tentu saja, tetapi ini juga merupakan tanda kematian sel dalam otak." Kata Lara Ray, PhD, profesor psikologi di University of California Los Angeles Brain Research Institute, dikutip melalui Health.
Penulis: Jihan Rienita
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: