Ilustrasi penyakit dari tikus (Freepik/wirestock)
INDOZONE.ID - Wilayah sebagian Indonesia, khususnya Jakarta, mulai memasuki musim pancaroba. Berbagai penyakit pun akan muncul, jika kamu tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
Guru Besar Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan, adanya penyakit leptospirosis.
Leptospirosis harus diwaspadai selama musim pancaroba saat ini. Penyakit itu ditularkan melalui kotoran dan air kencing tikus.
Sementara pada musim hujan, terutama saat terjadi banjir, tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri. Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia, yang mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur dengan air banjir.
"Seseorang yang memiliki luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran dan kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, berpotensi terinfeksi dan akan jatuh sakit," kata Tjandra, dikutip Indozone, Minggu (5/11/2023) .
Baca Juga: Waspada! Kencing Tikus Menyerang Tulungagung, 3 Orang Meninggal Dunia dalam 2 Bulan
Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI itu memberikan cara mengantisipasi penyakit leptospirosis. Beberapa di antaranya adalah dengan menjaga kebersihan agar tidak ada tikus berkeliaran dan tidak bermain air saat banjir, terutama jika memiliki luka.
“Langkah lainnya yakni memakai pelindung seperti sepatu jika terpaksa harus ke daerah banjir, dan segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil,” ujarnya.
Menurut Tjandra, selain leptospirosis, masih ada beberapa penyakit lain yang perlu kamu waspadai selama musim pancaroba ini. Salah satunya adalah diare.
Penyakit ini sangat erat kaitanya dengan kebersihan individu atau personal hygiene. Musim panas yang berkepanjangan menyebabkan suplai air bersih juga akan berkurang.
Sehingga, dengan persediaan air yang tebatas, maka personal higienis juga menurun. Hal ini, kata Tjandra, akan meningkatkan terjadinya penularan penyakit diare.
Baca Juga: Heboh 8 Warga DKI Terserang Penyakit Misterius Diduga dari Tikus, Ini Penjelasan Kemenkes
Nah, demi melindungi diri dari risiko penyakit diare, dia menganjurkan masyarakat untuk membiasakan cuci tangan dengan sabun.
Kegiatan itu dilakukan setiap kamu akan makan atau minum, serta sehabis buang hajat dan membiasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA