Memahami Uterus Didelphys, Kasus Kelainan Rahim yang Jarang Terjadi di Belahan Dunia
INDOZONE.ID - Pada normalnya, seorang perempuan terlahir dengan satu set organ reproduksi, seperti satu vagina, satu rahim, satu serviks, dan dua idung telur.
Namun, ada kasus yang jarang terjadi yaitu seorang perempuan juga bisa terlahir dengan organ reproduksi ganda. Hal ini disebut dalam dunia medis adalah uterus didelphys.
Uterus dideplhys atau dikenal dengan rahim ganda salah satu kondisi langka yang di mana seorang perempuan dilahirkan dengan dua rahim yang memisahkan serviks dua vagina.
Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi kehamilan dan nyeri haid. Sebab itu, yuk kenali kondisi ini lebih dalam melalui ulasan berikut ini.
Baca Juga: 5 Penyebab Susah Dapatkan Orgasme, Pasutri Wajib Tahu!
Kenali penyakit rahim ganda atau uterus didelphys
Uterus didelphys merupakan kondisi langka yang menyebabkan seorang wanita memiliki dua rahim. Dikutip dari Cleveland Clinic, rahim terbuat dari dua saluran pada janin yang sedang berkembang.
Bentuk dari rahim biasanya berupa satu organ yang berongga dan tampak, seperti buah pir yang terbalik. Namun, sebaliknya jika Anda menderita uterus didelphys, kedua saluran tersebut tidak bergabung bersama.
Penyakit Uterus didelphys jarang terjadi dan hanya menyerang sekitar 0,3 persen dari populasi di dunia.
Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa perempuan yang mengalami uterus didelphys tidak pernah menyadarinya, bahkan selama kehamilan dan persalinan.
Kondisi ini biasanya baru terdiagnosis selama pemeriksaan, tes Pap atau scan selama kehamilan.
Namun, ada tanda dan gejala yang mungkin mereka rasakan, antara lain tekanan yang tidak biasa atau kram nyeri sebelum atau selama menstruasi, serta adanya perdarahan abnormal.
Perempuan dengan uterus didelphys biasanya juga memiliki persentase keguguran dan kelahiran prematur yang lebih tinggi.
Pengobatan diperlukan hanya jika kondisi uterus didelphy menyebabkan gejala atau komplikasi, seperti nyeri panggul, keguguran berulang, atau persalinan prematur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Cleveland Clinic, Mayo Clinic