Ilustrasi anak yang mengalami amblyopia alias mata malas.
INDOZONE.ID - Amblyopia, atau yang lebih dikenal sebagai mata malas, adalah gangguan penglihatan yang sering dikaitkan dengan mata juling.
Selain itu, kondisi ini juga kerap disamakan dengan perbedaan tajam dalam tingkat rabun jauh (miopia), atau rabun dekat (hipermetropia) antara kedua mata.
Dikutip dari American Optometric Association, kondisi tersebut biasanya berkembang sebelum usia 6 tahun, dan tidak memengaruhi penglihatan samping.
Namun, jika tidak ditangani selama periode perkembangan visual yang krusial, penggunaan kacamata atau lensa kontak tidak dapat sepenuhnya mengoreksi penglihatan yang terganggu akibat amblyopia.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko amblyopia meliputi:
- Tidak menjalani pemeriksaan mata komprehensif pada usia 6 bulan dan 3 tahun.
- Rabun jauh atau rabun dekat yang tidak dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak.
- Riwayat keluarga dengan gangguan serupa.
- Kelahiran prematur atau gangguan perkembangan.
- Strabismus (mata juling), yaitu kondisi di mana satu mata mengarah ke dalam atau keluar.
- Hambatan visual pada satu mata, seperti katarak bawaan, ptosis (kelopak mata turun), atau kekeruhan kornea.
- Kesalahan refraksi yang besar antara kedua mata.
Baca Juga: Waspada 'Smartphone Vision Syndrome': Gangguan Mata Akibat Penggunaan Ponsel Berlebihan
Ilustrasi anak yang sedang diperiksa matanya.
Gejala mata malas sering kali tidak tampak jelas. Tapi, beberapa tanda yang dapat diamati antara lain:
- Lebih sering menggunakan satu mata dibandingkan mata lainnya.
- Sering menabrak benda di satu sisi tubuh.
Deteksi dini amblyopia meningkatkan peluang pemulihan secara optimal. Asosiasi Optometri Amerika merekomendasikan pemeriksaan mata pertama pada bayi usia 6 bulan, dan pemeriksaan ulang pada usia 3 tahun.
Amblyopia tidak akan hilang dengan sendirinya. Jika tidak terdiagnosis hingga masa remaja atau dewasa, pengobatan menjadi lebih sulit dan hasilnya kurang efektif.
Pengobatan mata malas umumnya melibatkan kombinasi beberapa metode berikut:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association