Ilustrasi seseorang alami Gangguan penglihatan warna atau color vision deficiency.
INDOZONE.ID - Gangguan penglihatan warna atau color vision deficiency, merupakan kondisi ketika seseorang kesulitan membedakan warna-warna tertentu.
Dikutip dari situs American Optometric Association, istilah ‘buta warna' kerap digunakan kebanyakan orang, meskipun sangat sedikit mereka yang benar-benar tidak bisa melihat warna sama sekali.
Secara normal, kemampuan melihat warna berasal dari sel fotoreseptor di retina yang disebut cones (kerucut). Sel ini terletak di bagian tengah retina (makula), dan sensitif terhadap cahaya merah, hijau, atau biru.
Ketika sel ini bekerja dengan baik, otak menerima sinyal yang memungkinkan kita membedakan ribuan nuansa warna. Namun, jika salah satu pigmen pada sel kerucut tidak berfungsi, maka kemampuan melihat warna pun terganggu.
Sebagian besar penderita masih bisa melihat warna, namun kesulitan dalam membedakan antara warna tertentu. Jenis yang paling umum adalah buta warna merah-hijau.
Artinya, penderita tidak sepenuhnya tidak bisa melihat warna merah atau hijau, melainkan kesulitan membedakan keduanya, terutama dalam tingkat kecerahan tertentu.
Jenis lain adalah buta warna biru-kuning, yang lebih jarang namun lebih berat. Bahkan, banyak penderita jenis ini juga mengalami gangguan merah-hijau.
Baca Juga: Macam-Macam Penyebab Buta Warna Parsial dan Total serta Cara Mengobatinya
Dalam beberapa kasus yang sangat langka, seperti akromatopsia, penderita hanya bisa melihat dalam warna hitam, putih atau abu-abu.
Gangguan ini bisa bersifat ringan hingga berat, tergantung penyebabnya. Jika disebabkan faktor genetik, biasanya memengaruhi kedua mata dan tidak memburuk seiring waktu.
Namun jika terjadi akibat penyakit atau cedera tertentu, bisa saja hanya terjadi pada satu mata.
Ilustrasi anak menjalani tes pemeriksaan mata.
Sebagian besar kasus buta warna diturunkan secara genetik melalui kromosom X, sehingga lebih umum terjadi pada pria. Sekitar 8 persen pria kulit putih mengalaminya, sedangkan pada wanita hanya sekitar 0,5 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association