Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 25 MEI 2025 • 13:35 WIB

Rahasia Dibalik Manfaat Vitamin B dan Kolin: Senjata Baru Melawan Glaukoma

 

Rahasia Dibalik Manfaat Vitamin B dan Kolin: Senjata Baru Melawan GlaukomaPotret orang lanjut usia yang mengalami penyakit glaukoma.

INDOZONE.ID - Glaukoma merupakan penyakit mata yang merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kebutaan. Diperkirakan sekitar 80 juta orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi ini. 

Meski saat ini belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan glaukoma, berbagai terapi seperti obat tetes mata, tindakan laser, dan operasi telah digunakan untuk memperlambat perkembangannya.

Dikutip dari Medical News Today, sejumlah studi sebelumnya menyebutkan, ada berbagai cara untuk menurunkan risiko glaukoma. Beberapa di antaranya tidak merokok, rutin berolahraga, dan menggunakan kacamata hitam.

Lalu, mengurangi konsumsi kafein, menjaga tekanan darah, serta mengonsumsi makanan bergizi yang kaya nutrisi tertentu seperti asam lemak omega-3, vitamin B3, A, C, serta antioksidan lutein dan zeaxanthin.

Kini, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Cell Reports Medicine menambahkan informasi baru. Penelitian tersebut menunjukkan, suplemen vitamin B dan kolin—zat gizi penting yang mendukung metabolisme—berpotensi memperlambat progres glaukoma, berdasarkan penelitian pada tikus.

Baca Juga: 7 Buah Mengandung Vitamin B yang Baik untuk Kesehatan

Fokus pada Asam Amino Homosistein

Dalam penelitian tersebut, peneliti menyoroti peran asam amino homosistein yang secara alami diproduksi tubuh, dan berperan dalam sintesis protein. 

Namun, kadar homosistein yang terlalu tinggi—dikenal sebagai hiperhomosisteinemia—dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Misal, gangguan jantung, penurunan kognitif, hingga risiko stroke yang lebih tinggi. 

Tingginya kadar homosistein juga bisa menandakan defisiensi vitamin B, karena vitamin B dibutuhkan untuk memecah zat ini di dalam tubuh.

Studi sebelumnya telah mengaitkan kadar homosistein yang tinggi, dengan perkembangan glaukoma. Namun dalam studi terbaru ini, para peneliti menemukan, peningkatan kadar homosistein dalam darah tidak memperburuk kondisi glaukoma pada tikus. 

Mereka menyimpulkan, homosistein hanya sebagai penanda dalam proses penyakit, bukan penyebab langsungnya.

Perubahan kadar homosistein bisa menunjukkan bahwa retina kehilangan kemampuan menggunakan vitamin tertentu yang dibutuhkan untuk metabolisme sehat,” kata James Tribble, peneliti dari Departemen Ilmu Saraf Klinis di Karolinska Institutet, Swedia, sekaligus penulis utama studi ini.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rahasia Dibalik Manfaat Vitamin B dan Kolin: Senjata Baru Melawan Glaukoma

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!