Ilustrasi perempuan lansia tengah minum kopi.
INDOZONE.ID - Minum kopi bukan hanya soal rutinitas pagi hari, tetapi juga bisa berdampak positif terhadap proses penuaan—khususnya pada perempuan.
Sebuah studi terbaru yang dipaparkan dalam konferensi gizi tahunan Nutrition 2025 di Orlando, Florida, menunjukkan, konsumsi kafein atau kopi berkafein secara teratur, dikaitkan dengan peluang lebih besar mengalami proses penuaan yang sehat.
Dikutip dari Medical News Today, dalam studi tersebut, penuaan sehat didefinisikan secara ketat, yaitu hidup hingga usia minimal 70 tahun, terbebas dari 11 penyakit kronis utama, tidak mengalami keterbatasan fisik, gangguan kognitif atau mental, serta tidak memiliki keluhan memori.
Penelitian tersebut menganalisis data dari Nurses’ Health Study yang melibatkan 47.513 perempuan. Informasi asupan kafein, diperoleh dari kuesioner frekuensi makanan tahun 1984 dan 1986.
Baca Juga: 3 Bahan Tambahan Kopi yang Bantu Pembakaran Lemak dalam Tubuh
Asupan kafein diukur dalam kelipatan 80 mg, dan konsumsi kopi dihitung per cangkir (8 ons) per hari.
Setelah penyesuaian terhadap usia, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol, hasilnya menunjukkan, setiap tambahan satu cangkir kopi per hari, dikaitkan dengan peningkatan sekitar 2 persen peluang mengalami penuaan sehat.
Sebaliknya, konsumsi minuman bersoda, justru dikaitkan dengan penurunan peluang penuaan sehat hingga 20 persen.
Mayoritas asupan kafein dalam studi ini berasal dari kopi, dengan rata-rata konsumsi awal sekitar 315 mg per hari. Namun, konsumsi teh—baik berkafein maupun tanpa kafein—serta kopi tanpa kafein, tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap penuaan sehat.
Meskipun kopi menunjukkan manfaat, studi ini juga memperingatkan tentang konsumsi minuman ringan bergula. Minuman seperti soda dikaitkan dengan risiko menurunnya kualitas penuaan.
Hal itu menggarisbawahi pentingnya memperhatikan pilihan minuman dalam menjaga kesehatan seiring bertambahnya usia.
Meskipun hasilnya menjanjikan, studi ini masih belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah peer-review dan terbatas pada perempuan, mayoritas berkulit putih.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today