INDOZONE.ID - Di zaman teknologi yang semakin maju, tak bisa dipungkiri bahwa setiap orang kini dengan mudah mengakses media sosial melalui gawai yang dimilikinya. Tak heran jika saat ini banyak orang yang membagikan opini hingga momen hidupnya melalui akun media sosial mereka.
Namun di balik semua itu, di antara kita pasti ada orang yang justru memilih sebaliknya diam dan menjauh dari radar digital. Mereka merasa lebih nyaman menjaga batasan ruang privasinya dari sorotan publik, serta enggan mengekspos kehidupan pribadinya.
Melansir dari VegOut, berikut enam sifat halus yang sering terlihat pada orang yang memilih menjaga jarak dari sorotan media sosial:
1. Fokus pada Hubungan yang Mendalam dan Bermakna secara Offline
Orang yang cenderung menutup diri dari media sosial bukan berarti tidak bisa beradaptasi atau bersosialisasi. Bisa jadi, mereka merasa lebih nyaman menghabiskan waktu dengan berinteraksi secara langsung daripada secara daring.
Tipe seperti ini sering kali merasa bahwa kedekatan secara langsung menciptakan koneksi yang lebih kuat, karena pesan dan emosi bisa tersampaikan dengan utuh, tidak seperti via teks yang rawan disalahartikan.
2. Lebih Banyak Mengamati daripada Berbicara
Individu yang tertutup atau jarang membagikan kehidupannya, seperti swafoto di media sosial, biasanya lebih suka mengamati lingkungan dibanding menjadi pusat perhatian.
Orang seperti ini dikenal sebagai pendengar yang baik, peka, dan berhati-hati dalam berbicara.
Bukan berarti mereka tidak suka berbagi, hanya saja mereka sangat selektif. Mereka hanya akan mengunggah sesuatu jika itu benar-benar penting atau bermakna.
Baca juga: Lelah Sama Sosial Media? Ini 3 Cara Jitu Biar Kamu Nggak Gampang Stres!
3. Punya Batasan yang Jelas dalam Hidupnya
Mereka yang menjaga jarak dari konsumsi media sosial berlebihan cenderung punya batasan yang jelas tentang mana hal yang layak dibagikan dan mana yang sebaiknya disimpan untuk diri sendiri.
Misalnya, ketika mengalami sesuatu, mereka tidak serta-merta membagikannya demi mendapatkan simpati. Cara ini juga dianggap lebih aman karena menghindarkan dari risiko penyalahgunaan informasi pribadi.
4. Tidak FOMO
Orang yang jarang atau tidak aktif di media sosial umumnya tidak mengalami FOMO (fear of missing out) terhadap hal-hal yang sedang tren. Mereka juga cenderung tidak membandingkan hidupnya dengan orang lain.
Sebaliknya, mereka fokus pada kebahagiaan diri sendiri dan tidak merasa perlu mengikuti gaya hidup orang lain. Mereka cukup puas dengan apa yang dimiliki.
5. Cenderung Introspektif
Sering kali, orang tertutup dianggap suka mengasingkan diri. Padahal, bisa jadi itulah cara mereka untuk merenung dan memberi ruang bagi diri sendiri.
Alih-alih meluapkan perasaan di media sosial yang terbuka untuk komentar publik, mereka lebih memilih menulis jurnal, bermeditasi, berolahraga ringan, atau berbicara dengan orang terdekat yang dipercaya.
Baca juga: Peran Teknologi Fotografi dan Media Sosial terhadap Munculnya Narsisme: Ini Penjelasannya!
6. Tidak Suka Tampil Mencolok demi Pencitraan atau Validasi
Tanpa disadari, media sosial kini kerap menjadi ajang pencitraan. Banyak orang terlihat memiliki dua sisi kepribadian yang berbeda di ruang digital, demi terlihat unggul atau sempurna di mata orang lain.
Sebaliknya, orang yang menjaga privasi tidak peduli soal jumlah like, followers, atau algoritma. Mereka percaya diri mengunggah sesuatu tanpa dibuat-buat, tanpa perlu validasi publik, dan tidak ikut arus tren semata.
Memilih bersikap privat di media sosial bukan berarti antisosial atau ketinggalan zaman. Justru itu bentuk kesadaran diri dalam memilah apa yang layak dibagikan dan apa yang sebaiknya disimpan untuk diri sendiri.
Jadi, jika kamu atau orang terdekatmu menunjukkan enam sifat di atas, bukan berarti mereka tidak tahu perkembangan dunia, mereka hanya punya cara tersendiri untuk menjaga ketenangan hidup tanpa harus diumbar ke banyak orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vegoutmag.com