Kamis, 24 JULI 2025 • 17:35 WIB

5 Pola Asuh Anak di Era Digital ala Dokter Tirta: Tegas tapi Dekat

Author

dr Tirta

INDOZONE.ID - Di tengah gempuran teknologi dan derasnya arus digital, banyak orang tua merasa kewalahan mengatur screen time anak. 

Gaya pola asuhnya mungkin terkesan “kolot”, tapi justru di situlah kekuatannya Kisah Dokter Tirta, ayah sekaligus figur publik bisa jadi inspirasi segar. 

Jadi ada aturan yang jelas, komunikasi yang terbuka, dan kehadiran yang nyata.

Baca juga: 40 Ide Nama Hamster yang Lucu, Imut dan Menggemaskan

1. iPad Bukan Musuh, Tapi Harus Dikendalikan

Anak-anak Dokter Tirta yang masih berusia 6 dan 7 tahun sudah punya iPad masing-masing. 

Tapi bukan berarti mereka bebas pakai sepuasnya. Ada aturan ketat yakni 45 menit untuk bermain dan maksimal 1,5 jam untuk belajar. 

Sisanya? Waktu mereka diisi dengan aktivitas fisik seperti futsal, renang, atau naik gunung. Menurutnya, gadget memang bagian dari zaman, tapi bukan segalanya.

2. Sistem Reward and Punishment yang Konsisten

Sejak usia 4-5 tahun, anak-anaknya sudah terbiasa dengan sistem penghargaan dan hukuman. 

Kalau PR nilainya di bawah 80, siap-siap diinterogasi. Menariknya, Tirta memberi tantangan positif yakni anak diminta buat soal sendiri pakai ChatGPT, dan jika 60 soal benar, dapat bonus main. 

Belajar jadi menyenangkan karena ada motivasi, bukan paksaan.

Baca juga: Siap Merayakan! Berikut Link Download Logo Resmi HUT RI ke-80 Tersedia di Sini!

3. Hukuman yang Tak Biasa tapi Punya Tujuan

Selain ceramah dan menyita iPad selama beberapa jam, Tirta pernah mengurung anaknya di gudang gelap selama satu jam. 

Kedengarannya ekstrem? Ya. Tapi ia menjelaskan bahwa ini hanya dilakukan dalam situasi serius, dan tujuannya bukan menakut-nakuti, melainkan memberi ruang refleksi. 

Anak-anak harus diajak buat paham bahwa setiap tindakan punya konsekuensi sendiri-sendiri.

4. Komunikasi Itu Kunci

Di balik ketegasan, ada sisi Tirta yang sangat terbuka. Ia selalu menyempatkan waktu ngobrol dengan anak, terutama di meja makan. 

Ia bahkan ikut mencari tahu apa yang sedang tren di dunia anak-anak sekarang entah itu tentang “brain rot”, game, atau musik viral. 

Ini yang bikin hubungan mereka tetap dekat, meski penuh aturan.

Baca juga: Rayakan Hari Anak Nasional: 7 Hadiah Terbaik dan Seru yang Bikin si Kecil Happy

5. Edukasi Seksual? Orang Tua Harus Jadi Sumber Pertama

Tirta juga punya pandangan terbuka soal edukasi seksual. Ia tak ingin anak-anaknya belajar dari sumber yang salah. 

Maka dari itu, ia merencanakan untuk bicara langsung saat waktunya tiba. 

Buatnya, kejujuran dan keterbukaan adalah benteng paling kuat untuk melindungi anak dari informasi menyesatkan.

Baca juga: Ruang Pintar PNM Wujud Harapan di Tengah Keterbatasan

Salah satu hal paling manusiawi dari Tirta adalah pengakuannya bahwa ia juga masih belajar jadi orang tua. 

Kadang ia kelepasan bicara kasar, dan anak-anak meniru. Tapi alih-alih menyangkal, ia memilih jujur dan minta maaf. 

Ini jadi contoh nyata buat anak bahwa orang tua pun bisa salah, dan yang penting adalah bertanggung jawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube @UUNGVF

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU