INDOZONE.ID - Skolla Educational Social Innovation Summit (SESIS) 2025 digelar di Jakarta pada 8 Agustus 2025, dengan menghadirkan lebih dari 100 pemangku kepentingan lintas sektor.
Acara ini fokus pada kolaborasi sosial, inovasi teknologi, dan program nyata untuk mendorong pendidikan setara dan berkualitas di Indonesia.
SESIS 2025 SESIS tahun mengusung tema "Innovate & Empower: Kolaborasi Sosial untuk Pendidikan Setara dan Berkualitas".
Acara ini mengundang lebih dari 100 perwakilan dari korporasi, NGO/LAZ nasional, social enterprise, yayasan pendidikan, hingga lembaga pemerintah.
SESIS 2025 menghadirkan rangkaian acara seperti diskusi panel, Impact Report, penutupan National Learning Recovery Program (NLRP) Batch 1, peluncuran Kampanye Beasiswa 1000 Pelajar Indonesia Timur, serta sesi networking.
Di Impact Report bertajuk “Story of Change”, Skolla memaparkan hasil program inovasi sosial yang telah menjangkau ratusan ribu siswa, guru, dan sekolah lewat pelatihan guru, beasiswa persiapan masuk PTN, pelatihan literasi-numerasi, hingga pengembangan soft skills.
Salah satu pencapaian terbesar adalah NLRP yang bermitra resmi dengan Kemendikdasmen RI.
Baca juga: ITS Raih Penghargaan Kategori Wakif PTNBH Terbaik, Dukung Sistem Pendidikan Lebih Merata
Program ini telah meningkatkan kemampuan literasi lebih dari 25.000 siswa, memberdayakan 470 guru, dan melibatkan 670 sekolah di Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Rata-rata peningkatan literasi mencapai 48,6%, sementara numerasi naik 39,5%.
Seluruh program Skolla dijalankan lewat platform pembelajaran adaptif berbasis teknologi. Fasilitasnya mencakup Laboratorium Virtual Imersif berbasis Augmented-Virtual Reality, asesmen digital berbasis psikologi dan AI, hingga model pembelajaran holistik Omni-Learning Experience yang menggabungkan online dan offline.
“Apresiasi sekali atas inovasi yang telah dilakukan Skolla. Program yang diluncurkan terbukti mampu meningkatkan literasi dan numerasi, dan kami berharap dapat kembali bekerja sama untuk direplikasi bagi seluruh pelajar dari Sabang sampai Merauke,” ujar Beryana Evridawati dari Kemendikdasmen RI.
Diskusi panel menghadirkan Beryana Evridawati (Kemendikdasmen RI), Sarita Kinanti (KUMPUL Impact), dan Ahmad Mujahid (Yayasan Salam Setara), dipandu CEO Skolla, Devlin Hazrian Saleh.
“Partisipasi di SESIS 2025 adalah bukti nyata gotong royong lintas sektor. Acara ini bukan hanya membahas inovasi teknologi pendidikan, tetapi juga mendorong perubahan sistemik,” kata Sarita.
Devlin menegaskan bahwa pendidikan setara butuh ekosistem yang saling mendukung, sementara Ahmad Mujahid menyoroti keberhasilan program yang mencatat 80% tingkat kelulusan masuk PTN bagi peserta.
Beasiswa untuk Indonesia Timur
Salah satu momen penting adalah peluncuran Kampanye Beasiswa 1000 Pelajar Indonesia Timur, diresmikan bersama Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana.
Program ini ditujukan bagi siswa berprestasi yang terkendala ekonomi, sekaligus membuka peluang kolaborasi untuk memastikan keberlanjutan dan dampaknya di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemendikdasmen